Monday, August 26, 2013

MIE AYAM JAMUR



Bagi keluargaku yang namanya mie ayam selalu jadi favorit. Mau mie ayam bakso, mie ayam seadanya, mie ayam pangsit pasti laris manis. Bahkan seringnya juru masaknya hanya kebagian icip-icip doank karena gak tega kalau yang lainnya kekurangan jatah mie ayamnya hihihihi. Mie ayam memang jadi salah satu menu yang sering kubuat di rumah. Aku biasa menyajikan untuk sarapan ataupun untuk kudapan pada waktu sore hari. 
Sebenarnya mie ayam mudah sekali didapatkan tanpa kita perlu repot-repot memasaknya. Sekarang banyak sekali kita jumpai penjual mie ayam di sekitar kita. Bagiku sesekali tak apa lah menikmati mie ayam yang dibeli, tapi lebih sering bikin sendiri di rumah. Selain bahan-bahannya terjamin, tentunya juga bebas dari segala macam bentuk penyedap rasa. Apalagi bikin mie ayam sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit kok, bumbu-bumbunya cukup simpel. Kita tinggal meluangkan waktu kurang lebih 30-45 menit di dapur, mie ayam lezat siap untuk dinikmati bersama keluarga.

Kebetulan beberapa hari yang lalu Mama dapat kiriman sawi hijau dalam jumlah yang banyak dari seorang kerabat yang sedang panen. Tentu saja Mama langsung telpon dan menyuruhku untuk ikut mengolah sawi hijau tersebut. Gak ada ide masak lainnya selain bikin mie ayam, karena yaa memang keluarga kami pecinta mie ayam. Kali ini yang kubuat adalah Mie Ayam Jamur memakai resep Ibu Sisca Soewitomo dari buku 500 Resep Masakan Terfavorit. Yuuk kita bikin mie ayam jamur homemade.





MIE AYAM JAMUR

Bahan :
300 gr mie basah (aku pakai mie telur kering)
1 ikat sawi hijau, potong-potong
100 gr kulit ayam

Bahan Tumisan Ayam Jamur :
250 gr ayam, potong dadu kecil (pakai bagian dada ya)
200 gr jamur kancing kalengan, tiriskan dan belah 4
2 sdm minyak untuk menumis
5 siung baang putih, geprak dan cincang halus
6 sdm kecap manis
2 sdm saus tiram
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
1/2 sdm tepung sagu yang dilarutkan dengan sedikit air

Bahan Kuah :
1 liter air kaldu (dari air yang direbus bersama tulang ayam)
2 siung bawang putih, geprek
2 cm jahe, geprek
2 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1 sdm minyak goreng

Pelengkap :
bakso sapi / bakso ayam
daun bawang, iris tipis
bawang goreng
krupuk pangsit (dari kulit pangsit yang digunting dan digoreng)
saus sambal

Cara Membuat :
- Siram mie basah dengan air panas atau rebus mie telur kering hingga lunak. Angkat dan tiriskan.
- Panaskan kulit ayam yang diletakkan di atas wajan hingga keluar minyaknya dan kulit kering. Angkat dan sisihkan.

 Tumisan Ayam Jamur :
- Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum dan layu, masukkan ayam, aduk hingga berubah warna.
- Tuang kecap manis, saus tiram, garam, merica dan gula. Masak hingga ayam matang.
- Masukkan irisan jamur dan kentalkan dengan larutan tepung sagu. Masak sebentar hingga matang dan bumbu meresap. Test rasa.
- Angkat dan sisihkan.

Kuah Kaldu:
- Dalam sebuah panci, panaskan minyak goreng kemudian tumis bawang putih dan jahe hingga harum.
- Masukkan air kaldu, kemudian bumbui dengan garam dan merica bubuk.
- Masak hingga mendidih kemudian angkat dan taburi dengan irisan daun bawang.

Penyelesaian :
- Dalam mangkuk saji, tuang minyak ayam dan beri mie diatasnya. Aduk rata dengan memakai sumpit atau garpu hingga minyak ayam tercampur dengan mie ayam.
- Seduh sawi hijau dengan kuah panas hingga layu, kemudian letakkan di atas mie.
- Tambahkan tumisan ayam jamur, bakso, krupuk pangsit, irisan daun bawang dan bawang goreng.
- Sajikan hangat dengan kuah kaldu dan saus sambal favorit.

Apabila tidak memakai minyak ayam, bisa ditambahkan minyak wijen untuk dicampurkan dengan mie. Aromanya enak juga lho. Apabila memakai mie telur kering, jangan memasaknya terlalu lama ya, karena nanti mie-nya akan terlalu lembek.

Seperti yang sudah-sudah, anak-anak selalu lahap apabila menyantap mie ayam buatan bundanya. Mau nambah? Oke-oke aja pastinya, tanpa perlu khawatir seperti halnya kalau kita beli di luar sana. Bukan berarti aku anti jajan mie ayam lho ya. Kalau sekali-sekali...it's oke kok. 
Happy cooking ya..^_^





Continue reading

Thursday, August 22, 2013

APPLE CINNAMON BREAD PUDDING


Sejak liburan saat Lebaran kemarin, Naira sudah merengek-rengek minta dibuatkan bread pudding. Gimana buatnya ya kalo sehari-hari waktunya dihabiskan di jalan heheheh. Jadi ketika sampai rumah, bread pudding jadi salah satu yang wajib dibuat segera, sebelum ntar ditagih lagi
Apple Cinnamon Bread Pudding ini terinspirasi dari Buku Warm & Cold Pudding - Primarasa. Untuk resep aku modif lagi sesuai selera dan juga metodenya tetap memakai yang biasa aku pakai. Yang pasti bikinnya gampang banget. Yuuk mari prepare bahannya di dapur...




APPLE CINNAMON BREAD PUDDING


Bahan : 
6 lembar roti tawar kulit (boleh juga kalau tanpa kulit)
200 gr apel hijau (apel Granny Smith atau apel Malang)
75 gr butter, lelehkan
30 gr kismis (rendam dalam air hangat dan peras perlahan)
400 ml susu cair
125 gr gula palem
1 sdt kayu manis bubuk
3 butir telur kocok lepas
75 gr butter leleh

Cara Membuat :
- Siapkan pinggan tahan panas, oles tipis dengan margarin atau bisa juga memakai alufoil cup. Sisihkan.
- Kupas apel, buang bagian tengahnya kemudian iris bentuk bujur.
- Oles kedua permukaan roti tawar dengan butter yang sudah dilelehkan.
- Potong-potong roti tawar menjadi 4-6 bagian, kemudian tata di pinggan berselang-seling dengan apel.
- Dalam suatu wadah, campur susu cair, gula palem, kayu manis, telur dan butter leleh. Aduk hingga rata dan gula larut.
- Tuang larutan susu ke atas pinggan yang berisi roti dan apel. Biarkan selama kurang lebih 15 menit agar meresap. Taburi kismis di atasnya.
- Panggang dengan suhu 160'C dengan cara au bain marie / steam bake selama kurang lebih 50-60 menit hingga matang.
- Angkat dan siap disajikan hangat atau dingin.

Notes :
- Bila suka manis, gula palem bisa ditambahkan hingga 150 gr atau dimix dengan gula pasir.
- Sesaat setelah matang, cairan susu masih terlihat agak basah tapi sudah set.
- Selain memakai kismis bisa juga memakai sultana.






Suka sekali dengan perpaduan aroma gula palem dan kayu manisnya. Tekstur roti dan apelnya juga jadi lembut. Alhamdulillah anak-anak suka dengan bread pudding ini. Kalau tidak ada stok gula palem di rumah, bisa memakai gula pasir biasa ya, tapi nanti ada warnanya tidak akan kecoklatan seperti yang kubuat ini dan ada perbedaan di aromanya ya. Silahkan disesuaikan dengan selera keluarga.
Selamat berkreasi dan....Happy Baking ^_^



Almost done !! Yummyyy
Continue reading

Wednesday, August 21, 2013

CHOCO CHEESE CUSTARD MUFFIN



Percaya gak kalau muffin ini adalah best ever chocolate muffin yang pernah kubuat? Pastinya gak percaya donk kalo belum pernah ngicipin atau buat sendiri. Pertama kali tau tentang custard muffin ini dari blog cantiknya Mbak Hesti. Cara pembuatannya yang sedikit berbeda dengan pembuatan muffin biasa udah bikin penasaran, walau seperti biasa lama banget praktek resepnya hihihih. Nah kemarin lagi-lagi Mbak Hesti posting tentang custard muffin yang dipadukan dengan filling cream cheese. Haduuh...langsung meleleh liatnya, asli pengen banget. Kebetulan baru beli cream cheese dan bahan-bahan lengkap, jadi langsung uprek di dapur.

Biasanya kita bikin muffin hanya dengan mencampurkan bahan kering ke bahan basah. Kalau resep yang ini , kita membuat adonan custard baru kemudian memasukkan bahan kering ke dalamnya. Hasilnya adalah muffin yang moist dan lembut, mirip dengan cupcake. Resep asli dari Mbak Hesti, adonan cream cheese dijadikan filling, sedangkan aku lebih suka membuat jadi marble, jadinya muffin ini terlihat ada 2 warna. Resep asli bisa dilihat disini ya.




CHOCO CHEESE CUSTARD MUFFIN

Bahan :
50 gr maizena
3 sdm coklat bubuk (aku pakai yang pekat)
100 gr gula palem
225 ml air
75 gr butter
125 gr dark cooking chocolate (DCC), potong kecil
75 ml minyak kualitas baik
1/2 sdt vanilli
2 butir telur
125 gr gula kastor
125 gr tepung terigu serbaguna
1 1/2 sdt baking powder

Adonan Cheese :
100 gr cream cheese, suhu ruang
25 gr gula halus
1/2 butir telur (aku pakai 1 butir telur ukuran kecil)
1/2 sdt air lemon
(kocok rata semua bahan)

Cara Membuat :
- Panaskan oven 180'C, siapkan loyang muffin atau memakai cup muffin.
- Campur dan ayak maizena dengan coklat bubuk.
- Masukkan ke dalam panci bersama air dan gula palem. Aduk rata sampai tidak bergerindil kemudian masak sambil terus diaduk dan licin. Angkat.
- Masukkan butter dan DCC, aduk hingga meleleh.
- Masukkan minyak, vanilli dan 1 butir telur. Aduk hingga rata.
- Tambahkan sisa telur dan gula kastor. Aduk lagi hingga rata dan mengental.
- Campur dan ayak tepung terigu dan baking powder kemudian masukkan ke dalam adonan sambil diayak.
- Aduk asal rata dan jangan sampai overmix ya.
- Tuang adonan coklat hingga 1/2 tinggi cup, tuang 1 sdt adonan cheese, tuang kembali adonan coklat dan terakhir tuang adonan cheese hingga setinggi 3/4 cup. Buat motif marble menggunakan tusuk sate atau sumpit.
- Panggang hingga matang selama kurang lebih 25-35 menit (tergantung masing-masing oven), lakukan test tusuk. Angkat.



Tekstur muffin yang lembut, beda dengan muffin yang biasanya padat, beremah dan akan keras ketika dingin. Kalau yang ini sampai esok harinya tetap lembut dan moist. Selain dikreasikan dengan cream cheese, bisa juga memakai filling blueberry atau stawberry paleta. Kalau versi aslinya cukup dengan penambahan chocochips.
Custard muffin...highly recomended ^_^



Continue reading

Tuesday, August 20, 2013

SUP TOMAT DAN CERITA SAAT LEBARAN



Liburan telah usai, saatnya kembali ke rutinitas sehari-hari. It's mean back to my kitchen again alias dapurnya ngebul lagi hihihihi. Lebih dari seminggu menempuh perjalanan di berbagai kota, menyusuri jalan-jalan di 4 provinsi di Jawa dan sekarang harus kembali ke kehidupan normal. 
Sedikit cerita mengenai perjalanan mudik, tentunya kurang afdol kalau tidak melakukan wisata kuliner. Lha gimana gak wiskul ya, kan selama di perjalanan butuh makan juga hehehehe. Mulai dari ketropak, soto mie bogor, tauto, nasi liwet, tahu gimbal, sup kaki kambing, lumpia, tahu bakso, telur asin, kue moci, serabi Solo bahkan nopia semua diicipin. Masih banyak  sih yang pengen dicoba, tapi keterbatasan waktu dan juga banyak menghindari jalur macet jadinya terpaksa deh dilewatin. Diantaranya yang dengan terpaksa gak diicipin adalah empal gentong dan empal asem khas Cirebon. Masih kebayang enaknya 2 menu ini dan terakhir menikmatinya setahun yang lalu saat mudik juga hahahaha. 

Ajaib selama perjalanan mudik ini, aku sama sekali gak kangen lho dengan dapurku dan segala macam "gadget" di dalamnya. Mungkin karena memang sudah saatnya istirahat dari segala aktivitas dapur. Yang malah kebayang-bayang adalah putri salju-ku yang masih seuprit di rumah hihihihi. Padahal ngicip juga putri salju di rumah kerabat, tapi malah kangennya dengan buatan sendiri di rumah. Selain itu yang bikin kangen adalah menu lebaran buatan Mama. Nah lho...padahal Lebaran hari pertama juga makan sepuasnya kan. Emang aneh-aneh aja yang dikangenin.

Alhamdulillah perjalanan mudik lancar tanpa kendala berarti dan kembali lagi di rumah dalam keadaan sehat wal'afiat. Perjalanan jauh dengan mengajak balita dan anak kecil memang cukup 'tricky' bahkan ada yang mengatakan ribet. Untung saja kedua anakku sudah terbiasa melakukan perjalanan jauh, jadi mereka berdua tidak rewel di jalan bahkan terlihat sangat menikmati. Kalau urusan berantem, rebutan makanan dan tempat duduk ya biasa lah hihihihi. Gak rame kalau gak ada adegan berantem anak-anak ya. Mudik kali ini juga disempatkan untuk bertemu dengan beberapa teman, baik itu teman lama dan juga teman 'dumay' yang baru pertama kali ketemu. Seru....itu sudah pasti. Pertemuan dengan keluarga dan kerabat tentu saja yang paling dinantikan. Maklum aja ada yang baru bisa ketemu setahun sekali disaat Lebaran, jadi banyak cerita yang ingin dibagikan dengan keluarga dan kerabat tersebut. What a wonderful moments.
Wuiiih...sudah kepanjangan curcol-nya soal mudik Lebaran. Mana gak ada foto-fotonya ya >.<  Padahal bawa kamera juga, tapi minat untuk jepret-jepret ternyata turut hilang entah kemana. Kebawa suasana liburan, jadi libur juga pegang kameranya hahahaha.





Sup tomat ini adalah menu pertama yang kufoto setelah liburan selesai. Terinspirasi dengan sup tomat macaroni dari buku 99 Masakan Harian Ala Resto. Seperti biasa ada modifikasi sana-sini baik dari bumbu dan bahan pelengkapnya agar sesuai dengan selera keluarga. Sekilas mirip dengan Sup Merah, tapi sup tomat ini lebih sederhana bahannya tapi gak kalah enak lho. Isiannya bisa disesuaikan selera keluarga ya, aku pakai bahan-bahan yang ada aja.

SUP TOMAT

Bahan :
3 siung bawang putih, geprek dan cincang halus
1/2 bawang bombay ukuran sedang cincang halus
1500 ml air atau sesuai selera (bisa juga pakai air kaldu)
2 buah wortel, potong dadu kecil
100 gr macaroni
10 butir bakso sapi, iris kecil
3 buah sosis, potong sesuai selera
1 genggam kacang polong
5 buah tomat, haluskan
1-2 sdm saus tomat
garam, gula dan merica bubuk secukupnya
1 buah pala, parut halus
1 batang daun bawang, potong-potong
1 batang seledri
1 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat :
- Didihkan air, masukkan wortel dan masak hingga setengah lunak.
- Panaskan minyak, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum dan layu kemudian masukkan ke dalam kuah.
- Masukkan macaroni, bakso, kacang polong dan sosis.
- Masukkan tomat yang sudah dihaluskan dan saus tomat. Bumbui dengan garam, gula, merica dan pala. 
- Masak hingga matang dan wortel lunak. Test rasa.
- Menjelang diangkat, masukkan daun bawang dan seledri.
- Matikan api dan siap disajikan hangat.

Sup tomat buatanku kali ini warnanya memang kurang merah, hanya ada semburat warna orange saja. Kalau ingin kuahnya lebih merah bisa ditambahkan pasta tomat. Atau kalau malas menghaluskan tomat bisa hanya memakai pasta dan saus tomat saja.
Aslinya sup tomat ini bercita rasa asam dan manis, tapi karena anak-anakku kurang suka dengan cita rasa asam, maka rasa asamnya hanya terasa sedikit saja. Walau demikian rasa kuahnya tetap terasa berbeda jika dibandingkan dengan sup biasa. Pengen nyobain juga ?? Bikin yuuuk...tetap simpel dan gampang pastinya ^_^



Continue reading

DARI DAPUR NAYS #7 ORDERAN KUE KERING LEBARAN 1434H

Alhamdulillah tahun ini adalah tahun ke-3 menerima orderan kue kering. Belum lama dan tentunya pengalaman juga masih sedikit, tapi In Sha Allah bisa terus belajar dari tahun ke tahunnya. Banyak pengalaman yang bisa diperoleh, baik itu dari bahan, pengembangan resep dan yang terpenting adalah manajemen waktu. Bersyukur sekali karena semua orderan bisa diselesaikan dengan baik tanpa harus lembur ngerjain tiap malem hehehehe.

Dibandingkan tahun lalu, kuantitas orderan memang bertambah, Alhamdulillah ya. Dibandingkan teman-teman bakulers lainnya memang gak banyak, tapi bagiku yang masih pemula dan belajar, jumlah pesanan ini sudah cukup banyak. Padahal awalnya gak mau bikin terlalu banyak karena masih kebayang capeknya tahun lalu. Tapi apa daya, kalah juga dengan rayuan manis customer hahahaha.  Mengambil pengalaman dari tahun lalu yang, jadi ada beberapa jenis kue kering yang tidak dibuat tahun ini, tapi ada juga new item yang ternyata jadi best seller. Semua resep yang kupakai sudah pernah diposting. Silahkan bisa dilihat di label Cookies ya.
Berikut adalah kue kering Lebaran yang kubuat tahun ini



Nastar sepertinya menjadi kue kering klasik yang wajib ada pada saat Lebaran ya. Alhamdulillah nastar klasik spesial ini selalu laris manis dipesan setiap tahunnya.




Nastar keju....anyone? Selain nastar klasik, nastar keju selalu punya penggemar tersendiri yang tidak akan melewatkannya sebagai hidangan saat Lebaran. Keju edam yang dicampurkan dalam adonan nastar membuat cita rasa nastar ini terasa semakin istimewa.




Nastar cantik ini memang menggoda banget ya. Bentuknya lucu dan ketika digigit terasa cita rasa coklat bercampur dengan selai nanas. Enak deh. Alhamdulillah untuk tahun ini masih banyak penggemar black nastar yang memesan di Dapur Nays.




Kastengel juga merupakan kue kering klasik yang banyak sekali penggemarnya. Pemakaian keju edam membuat kastengel ini terasa 'ngeju' sekali. Cheesy lovers pasti suka. Alhamdulillah selalu laris manis dipesan.




Surpraise sekali ternyata best seller tahun ini adalah Milo Doggie Cookies. Banyak yang tertarik dengan bentuknya yang lucu dan unik. Rasanya juga tentunya juga enak lho hihihihi...




Chocochips cookies. Yang ini adalah versi topping coklat leleh sesuai permintaan customer.




Sagu keju aka sake. Tahun ini orderannya adalah versi original.




Salah satu new item tahun ini, yaitu chocolate stick cookies. 



Putri salju alias putsal. Tadinya gak niat jualan putsal, tapi di saat bikin putsal untuk dikonsumsi sendiri ternyata ada yang minta dibuatin juga. Karena pesennya juga cuma beberapa toples ya hayuuk aja. hihihihihi





Bersyukur sekali semua orderan selesai tepat waktu. Di sela-sela mengerjakan pesanan masih bisa memasak dan bikin takjil untuk keluarga.  Bahkan beberapa hari sebelum hari H masih sempat bikin kue buat untuk dinikmati sendiri. Bagiku membuat kue kering memang ribet karena memang aku bukan termasuk orang yang telaten. Capek, pegel dan bosan tentu saja dirasakan juga. Masih kebayang gimana pegelnya saat menempelkan meises pada milo cookies, membuat bulatan nastar, mencetak dan mengoles kastengel atau bahkan perjuangan menspuit sagu keju. Alhamdulillah semuanya terbayar dengan review yang memuaskan dari para customer. Hilang deh semua rasa capeknya ^_^
Jazakumullah khairan khatsira buat semua customer. Semoga berkah ya...


Continue reading

Monday, August 19, 2013

DARI DAPUR NAYS #6

Sedikit foto-foto orderan Dapur Nays yang sempat didokumentasikan. Just enjoy the picts dan jazakumullah buat customer Dapur Nays.


Sus vla custard dan brownies kukus ...Alhamdulillah adalah salah satu best seller di Dapur Nays. Foto yang ini adalah orderan dari Drg. Budi Susanto. 



Brownies kukus potong topping coklat orderan Drg. Budi Susanto. 



Brownies kukus coklat dan brownies pandan keju. Pesanan siapa ya ini yang sempat didokumentasikan. Hiiks...lupa, karena jarang juga sekarang foto-foto browkus. 



Macaroni schotel ukuran large (diameter 20cm) untuk Dr. Sukoco.



Macaroni schotel dengan isian jamur dan sosis sesuai request. Enak juga lho walaupun tanpa daging giling ^_^



Schotel lapis kentang untuk keluarga Bima dan Non Ike.



Belajar bikin rice box untuk buka bersama di masjid. Lauknya opor ayam, mie goreng, capcay, krupuk udang dan sambel. Mbak Erna...makasih ya sudah kasih kesempatan Dapur Nays belajar bikin nasi kotak.


Continue reading

Tuesday, August 6, 2013

EID MUBARAK 1434H



Wishing we've a verry happy and prosperous Eid. May Allah bless us with happiness. Aamiin
Taqobbalallahu Minna Waminkum...
Minal Aidin Wal Faidzin...

best regards 
- Nina & family -




Continue reading