Wednesday, January 29, 2014

IDFB #14 AREM-AREM



Bismillahirrohmanirrohim....kembali berpartisipasi dalam challenge IDFB setelah beberapa kali absen.
IDFB challenge #14 kali ini temanya adalah "Olahan Beras", bekerjasama dengan PUREGREEN sebagai salah satu merk dagang dan pemasok beras organik.

PUREGREEN Organic Rice adalah beras 100% Organik bebas kimia dan pestisida yang sangat sehat dikonsumsi oleh seluruh keluarga. Sejak diluncurkan tahun 2009 PUREGREEN mendapat respon yang luar biasa dari konsumennya. Hingga kini PUREGREEN tetap berupaya mempersembahkan beras yang terbaik untuk kesehatan keluarga Anda.
Beberapa keunggulan dari beras PUREGREEN antara lain adalah :
1. Lebih sehat
2. Rasa lebih gurih
3. Lebih tahan basi
4. Kaya mineral dan vitamin
5. Karena tidak mengandung bahan
kimia, maka baik dikonsumsi oleh penderita diabetes, wasir,
kolesterol, asam urat, darah tinggi, dll
6. Kaya anti oksidan dan zat2 lain yang membantu mencegah kanker dan serangan jantung
7. Meningkatkan daya tahan tubuh, terutama untuk anak-anak.
8. Cocok untuk program diet.
Sumber : http://puregreenorganic.com/

 Untuk challenge kali ini saya memilih mengolah beras menjadi Arem-arem. 
Arem-arem adalah salah satu sajian tradisional Indonesia yang berupa nasi aron setengah matang dengan isian sambel goreng yang dibungkus daun pisang. Arem-arem kemudian dikukus sampai benar-benar matang. Sekilas arem-arem mirip dengan lontong, tapi bentuknya lebih pendek. Arem-arem juga mirip dengan lemper, tapi beda bahan baku karena lemper menggunakan ketan sebagai bahannya. Tekstur arem-arem cukup lembut, tapi tidak seperti lontong yang sudah tidak terlihat lagi butiran berasnya. Teksturnya juga lebih lembut apabila dibandingkan dengan tekstur nasi bakar atau bahkan lemper. Gurihnya nasi aron dipadukan dengan sambel goreng, tentunya sedap untuk dinikmati.

Arem-arem ini cukup mengenyangkan sehingga banyak yang menyantapnya sebagai menu sarapan. Pada beberapa daerah di Jawa, arem-arem sering dijajakan di terminal, stasiun atau bahkan dalam bis. Hal tersebut disebabkan karena cukup mengenyangkan, maka arem-arem cocok dijadikan sebagai bekal dalam perjalanan. Selain berisi sambel goreng, pada perkembangannya banyak variasi isian arem-arem, mulai dari tumisan sayur dan tahu tempe, oncom atau bahkan abon. Silahkan disesuaikan dengan selera keluarga.








Sedikit cerita tentang arem-arem. Keluarga saya yang dulu berdomisili di Jawa Tengah, tentunya sangat familier dengan arem-arem. Papa sangat menyukai arem-arem dan tentu saja dulu Mama cukup sering membuatnya. Apabila Papa akan bertugas ke luar kota, bisa dipastikan arem-arem ini jadi salah satu bekal yang dibawa. Sampai sekarang, disaat kondisi Papa yang sudah cukup lama sakit, arem-arem tetap jadi salah satu favorit beliau. Kebetulan beberapa hari ini nafsu makan Papa menurun, otomatis kondisi badan beliau juga menurun. Hidangan rumah yang biasanya dengan lahap disantap, kali ini hanya separuhnya saja. Alhamdulillah...beliau tetap lahap menikmati arem-arem yang saya buat ini. Sedikit lega, karena paling tidak tetap ada makanan yang beliau konsumsi. Sehat terus ya Pa ^^

AREM-AREM

Bahan :
350 gr beras PUREGREEN 
900 ml santan dari 1 butir kelapa
1,5 sdt garam
2 lembar daun pandan, simpulkan
daun pisang untuk membungkus

Bahan Isian Sambel Goreng:
250 gr fillet ayam potong dadu kecil
300 gr kentang, potong dadu kecil
2 lembar daun salam
1 ruas lengkuas, geprek
1 sdt air asam jawa
1 sdm gula pasir (sesuai selera)
1/2 sdm garam (sesuai selera)
300 ml santan kental
3 cabe merah besar, iris tipis
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus Isian Sambel Goreng :
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 butir kemiri sangrai
5 cabe merah besar
3 cabe rawit (sesuai selera)

Cara Membuat  Sambel Goreng :
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan cabe merah iris tipis, daun salam dan lengkuas. Aduk rata.
- Masukkan fillet ayam, aduk rata dan biarkan sebentar.
- Tuang santan kental sedikit demi sedikit sambil diaduk. Masukkan kentang.
- Tuang air asam jawa dan bumbui dengan garam serta gula pasir.
- Masak hingga bumbu meresap dan santan menyusut. Test rasa.
- Angkat dan siap digunakan.

Cara Membuat Arem-Arem
- Rebus santan bersama daun pandan dan garam hingga mendidih sambil terus diaduk.
- Masukkan beras puregreen yang sudah dicuci bersih, masak hingga santan terserap sambil diaduk sesekali. Matikan api.
- Ambil selembar daun pisang, sendokkan aronan beras dan ratakan. Tambahkan bagian isi dan tutup kembali dengan aronan beras.
- Gulung sambil dipadatkan dan sematkan batang lidi pada kedua sisinya. Lakukan hingga semuanya habis.
- Panaskan kukusan dan masukkan arem-arem. Kukus selama kurang lebih 45-60 menit.
- Angkat dan siap disajikan.



Nasi aron dan sambal goreng siap dibungkus




Arem-arem siap dikukus hingga matang

Arem-arem ini sengaja saya buat tidak terlalu pedas agar anak-anak juga bisa menikmatinya. Anak-anak juga menyukai arem-arem dan cukup lahap memakannya. Takaran pedas pada isian sambel goreng silahkan disesuaikan dengan selera ya.







Terima kasih challenge-nya IDFB dan PUREGREEN.





Continue reading

Wednesday, July 24, 2013

MIE SAGU SELAT PANJANG (IDFB #11)



IDFB Challenge #11 temanya adalah Mie atau Noodle. Mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan dan dimasak dalam air mendidih. Mie bisa dibuat dari bahan dasar berupa gandum, tepung beras, tepung sagu, maizena, tepung tapioka dan lain sebagainya. Di Indonesia yang memiliki beragam kekayaan kuliner, terdapat berbagai jenis masakan yang menggunakan bahan dasar mie. Misalnya saja Mie Aceh, Mie Ongklok, Mie Koclok, Mie Kocok, Mie Titie, Bakmie Jawa, Mie Glosor dan masih banyak lainnya.

Untuk IDFB #11 ini, saya akan mencoba menyajikan Mie Sagu Selat Panjang. Mie sagu adalah makanan khas dari daerah Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Sebagai daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia, Selat Panjang dijuluki sebagai kota sagu sehingga tidak heran kalau mie sagu merupakan oleh-oleh khas dari daerah tersebut.
Mie sagu merupakan makanan asli Indonesia karena pohon sagu hanya terdapat di Indonesia. Pohon sagu banyak terdapat di Maluku, Papua dan juga Riau. Daerah yang benar-benar mengolah sagu menjadi mie adalah daerah Selat Panjang dan sekitarnya (Wikipedia).





 Mie Sagu memiliki tekstur yang kenyal sehingga berbeda dengan tekstur mie yang lainnya. Tekstur mie sagu ini konon cepat membuat kenyang ketika dikonsumsi. Sepintas mie sagu ini mirip dengan bihun, tetapi bentuknya lebih besar. Ciri khas dari mie sagu yang dibuat oleh masyarakat Selat Panjang adalah diolah dengan cara digoreng dengan penambahan ikan teri, daun kucai dan juga tauge. Bumbu-bumbu yang dipakai juga cukup sederhana. Sekarang mie sagu banyak diolah dengan menambahkan aneka bahan sehingga rasanya semakin variatif, misalnya dengan penambahan udang, bakso, sosis dan lain sebagainya. Berikut adalah resep mie sagu yang saya rangkum dari berbagai sumber.

MIE SAGU SELAT PANJANG
(untuk 1 porsi)

Bahan :
200 gr mie sagu, cuci bersih dan rendam dalam air matang hingga lembut
3 butir bawang merah, iris halus
2 siung bawang putih, geprek dan cincang halus
1 buah wortel, potong tipis memanjang
1 genggam tauge
5 lembar daun kol, potong-potong
2 buah cabe rawit, iris tipis
3 helai kucai, iris tipis
1 batang seledri, iris tipis
1-2 sdm teri
1 sdm kecap ikan
1-2 sdm kecap manis
garam, merica dan gula pasir secukupnya
1 sdm minyak untuk menumis

Pelengkap :
bawang goreng
kerupuk

Cara Membuat : 
- Tiriskan mie sagu yang telah direndam
- Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu.
- Masukkan teri, aduk hingga rata dan teri matang.
- Masukkan wortel, kol dan cabe rawit. Masak sebentar hingga sayur lunak.
- Masukkan mie sagu, tambahkan kecap manis, kecap ikan, garam, merica dan gula pasir. Test rasa.
- Menjelang matang, masukkan kucai dan tauge. Aduk rata dan masak hingga matang.
- Angkat dan siap disajikan hangat dengan taburan bawang goreng dan kerupuk.






Rasanya sungguh unik, perpaduan dari mie yang kenyal, dimasak dengan bumbu-bumbu sederhana sehingga cita rasanya menjadi sangat gurih. Buat saya yang memang baru pertama kali mengolah dan merasakan, awalnya memang aneh, tapi ternyata lidah saya cukup bisa menikmatinya. Buktinya...sepiring mie sagu tandas tak tersisa hehehe.




Mie sagu mentah yang belum diolah. Sepintas bentuk dan teksturnya mirip dengan karet gelang. Setelah dicuci bersih dan direndam dengan air, maka teksturnya akan menjadi lembut. Mie sagu ini adalah kiriman spesial dari seorang sahabat di Riau...Jazakillah ya Uncu ^_^

Thanks for the challenge IDFB ^_^


Continue reading