Wednesday, May 10, 2017

PUTU AYU



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Salah 1 kue tradisional favorit saya adalah putu ayu. Kue ini juga kue kenangan masa kecil saya. Dulu waktu saya kecil, sering membantu almarhumah tante saya membuat kue ini untuk dijual. Biasanya kalau diajak mudik Mama Papa ke Pekalongan dan tante sedang membuatnya, saya suka bantuin ngisi kelapa ke cetakannya. Bantunya sih gak lama-lama, abis parutan kelapanya abis ya langsung lari keluar ntar balik lagi kalau udah mateng hahaha. Al Fatihah untuk alm, tante Lis, in shaa Allah beliau khusnul khotimah.

Sampai sekarang pun saya tetap suka putu ayu. Dulu waktu awal-awal belajar bikin kue, tentu saja saya penasaran pengen bisa bikin putu ayu sendiri. Tentu saja gak langsung berhasil donk hehehe. Saya pun pernah gagal membuat putu ayu, ada yang bantat, hasilnya keras sampai gak bisa matang heuheuheu. Pokoknya kalau urusan gagal bikin kue, saya mah ahlinya, udah kenyang banget euy. Namanya lagi proses belajar, tentu saja hal tersebut wajar ya, anggep aja sebagai biaya kursus kan hihihi.

Balik lagi ke putu ayu, anak-anak saya pun suka kue putu ayu ini, tapiii...mereka gak suka kelapanya. Hadeeeh, padahal putu ayu tanpa parutan kelapa bagaikan makan siomay tanpa bumbu kacang hihihi. Okelah saya bikin tetap pakai kelapa tapi dikit-dikit gini aja bahkan ada beberapa yang tidak saya kasih parutan kelapa sama sekali, khusus buat anak-anak. Monggo yang pengen nyobain, in shaa Allah bisa berhasil bikinnya. Resepnya sama dengan yang pernah saya posting dulu banget, sekarang saya tuliskan lagi.






PUTU AYU

Bahan :
250 gr tepung terigu
200 gr gula pasir
3 butir telur
1 sdt emulsifier
100 ml air kelapa (bisa juga pakai air biasa)
1 sdt pasta pandan
1/2 butir kelapa parut
sejumput garam

Cara Membuat :
1. Campurkan parutan kelapa dengan garam dan kukus selama 10 menit. Angkat dan sisihkan
2. Oles tipis cetakan putu ayu dengan minyak kemudian tata kelapa parut di dasar cetakan sambil dipadatkan. Sisihkan.
3. Kocok telur, gula pasir dan emulsifier hingga mengembang dan kental.
4. Tuang air kelapa sedikit demi sedikit sambil dikocok dengan mixer kecepatan rendah.
5. Masukkan tepung terigu sambil diayak, kocok rata dan terakhir masukkan pasta pandan. Aduk rata.
6. Tuang ke cetakan hingga penuh kemudian kukus hingga matang, kurang lebih selama 15 menit.
7. Angkat, keluarkan dari cetakan.

Kalau memakai dandang, jangan lupa untuk membungkus tutupnya ya agar tetesan uap air tidak mengenai kue. Kalau pakai klakat, tidak perlu dibungkus tutupnya.

Cobain bikin yuuuk. Selamat mencoba...semoga bermanfaat ^^


Sumber : catatan-nina.blogspot.co.id
Continue reading

Thursday, April 13, 2017

ONDE-ONDE KENTANG (LAGI)



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Saya bukan penggemar fanatik onde-onde, suka siih tapi ya kalau disuruh milih pasti lebih milih bakwan atau tempe mendoan hihihi. Suka males juga kalau bikin onde-onde karena menurut saya ribet. Sayangnya kalau beli, biasanya suka alot kalau dingin. Makanya kalau lagi beli jajanan saya jarang beli onde-onde. Tapi sejak tau resep onde-onde kentang, saya pasti lebih milih bikin laaah dibanding kalau disuruh beli onde-onde. Suka dengan tekstur onde-onde kentang yang lembut di dalam tapi tetap "kres" di luarnya. Ketika sudah dingin teksturnya juga tidak alot atau keras.

Dulu saya sudah pernah posting ya. Resep ini saya dapat dari Mbakyu Tati Widharti yang foto-fotonya selalu bikin saya terpesona, asli cantiiiik banget. Selain pinter motret, mbak Tati ini juga pinter bebikinan. Jazakillahu khoir untuk resepnya mbak Tati.

Menurut saya, yang namanya onde-onde tuh lebih enak yang kecil-kecil sekali hap. Tapiii...saya mah gak telaten donk kalau bikin yang versi kecil-kecil gitu hihihi. Lagu lama ya bund >_<  Jadilah kalau bikin onde-onde saya bikin yang gede. Gayanya aja alasan, kan biar puas tuh maemnya, onde-ondenya gede. Padahal sih alasan sebenarnya ya karena malas aja, kelamaan kalau bikin yang kecil-kecil hahaha. Yuuuk yang belum pernah bikin onde-onde kentang, resepnya saya tuliskan lagi disini ya.






ONDE-ONDE KENTANG

Bahan Kulit :
250 gr tepung ketan
35 gr tepung beras
50 gr kentang, kukus dan haluskan
125 gr gula pasir
1/4 sdt vanilli
1/2 sdt garam
150-200 ml air
100 gr wijen putih
Minyak untuk menggoreng

Bahan Isian :
100 gr kacang hijau kupas, rendam 1 jam
60 gr gula pasir
1 daun pandan, simpulkan
100 ml santan
1/4 sdt garam

Cara Membuat Kulit :
1. Campur kentang dan semua bahan kering, aduk hingga rata.
2. Panaskan air, cukup hingga panas saja ya, tidak usah sampai mendidih.
3. Tuang air panas dalam adonan tepung sedikit demi sedikit sampai adonan bisa dipulung. Hentikan penambahan air apabila dirasa sudah cukup atau tambahkan bila adonan masih kering. 
4. Bulat-bulatkan adonan dengan besar sesuai selera. Sisihkan

Cara Membuat Isian :
1. Kukus kacang hijau kupas selama 20 menit. Angkat dan panas-panas haluskan.
2. Tambahkan gula pasir, daun pandan, garam dan santan. Masak dengan api sedang sambil diaduk hingga kalis. Angkat dan dinginkan.
3. Timbang dan bulatkan kecil-kecil

Penyelesaian :
1. Buat cekungan pada kulit yang sudah dibulatkan, beri isian, tutup rapat dan bulatkan kembali.
2. Celupkan ke dalam air dingin dan gulingkan ke wijen. Kepal-kepal perlahan supaya wijen menempel dan onde-onde bulat.
3. Panaskan minyak, goreng onde-onde dengan api kecil hingga mengapung dan berwarna kecoklatan.
4. Angkat dan tiriskan.

Ingin berkreasi dengan onde-onde? Tambahkan pasta pandan di adonan kulit, jadi deh onde-onde pandan nan cantik. Atau bisa juga gunakan campuran wijen hitam dan putih, onde-onde jadi unik deh.

Selamat mencoba...semoga bermanfaat ya ^^


Sumber : catatan-nina.blogspot.co.id

Continue reading

Tuesday, February 7, 2017

CARANG GESING



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabaraktuh
Postingan tentang carang gesing lagi ya. Duluu saya udah pernah posting dan yang dulu pun juga carang gesing versi ramekin hihihi. Carang gesing adalah salah satu jajanan tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Carang gesing berbahan utama pisang dan santan, dibungkus dengan daun pisang kemudian dikukus hingga matang. Untuk ibu-ibu yang malas ribet seperti saya, tentunya bisa banget membuat carang gesing tanpa daun pisang, melainkan di pinggan tahan panas atau ramekin seperti ini. Memang akan ada perbedaannya yaitu tidak ada aroma daun pisangnya, tapi its okee ya. Kalau saya sih memang milih praktisnya aja, lagian saya mah gak ahli dalam hal bungkus membungkus hahaha.

Kebetulan saya masih punya 2 lembar roti tawar, jadi saya tambahkan ke dalam carang gesing ini. Lebih enak, jadi lebih lembut. Untuk variasi saya tambahkan pula kismis, bisa juga kalau mau diberi taburan kayu manis bubuk. Carang gesing ini enak disajikan hangat ataupun dingin. Kalau saya lebih suka yang versi hangat, ceritanya dijadikan hot dessert yaa. Hihihi....gaya banget bahasanya >_< Tapi saya mah gak nolak juga kalau disodorin carang gesing dingin, gak kalah enaknya.





CARANG GESING

Bahan :
4 buah pisang, kurleb berat 300 gr (saya pakai pisang kepok)
400 ml santan
50 gr gula pasir
30 gr gula palem
1 butir telur kocok lepas
2 daun pandan, iris-iris
2 roti tawar (optional)
Kismis (optional)

Cara Membuat :
1. Rebus santan dan gula hingga mendidih. Matikan api dan dinginkan.
2. Masukkan kocokan telur dan dan pandan ke dalam santan. Aduk hingga rata.
3. Potong-potong pisang dan roti tawar, letakkan di pinggan tahan panas dan daun pisang. Siram dengan kuah santan, taburi dengan kismis.
4. Kukus hingga matang, kurang lebih selama 30 menit. Siap disajikan hangat atau dingin.

Bisa menggunakan full gula pasir ya, kalau saya suka mix dengan gula palem karena aromanya jadi lebih sedaaap. Monggo disesuaikan dengan selera aja.

Selamat mencoba...semoga bermanfaat ^^

Sumber : catatan-nina.blogspot.co.id
Continue reading

Thursday, January 26, 2017

KUE LUMPUR TAPE



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Bikin kue lumpur tape ini beberapa hari yang lalu. Ceritanya mau ada acara kumpul-kumpul untuk membahas acara anak-anak. Naaah saya pastinya pengen donk bikin cemilan donk. Entah kenapa yang kebayang pertama kali ya kue lumpur, mungkin karena udah lama gak bikin ya. Tapi kalau harus pakai kentang males banget ya, maklum baru start di dapur jam 8 sedangkan jam 10 teman-teman udah berencana datang ke rumah. Malesnya karena harus ngukus kentang dulu dan kemudian dilanjut menghaluskan hihihi. Akhirnya pindah haluan pakai tape aja deh. Kebetulan punya tape yang enak, manis dan lembut.

Sebenarnya kalau membuat kue lumpur, base resep saya tetap menggunakan resep NCC. Tinggal nanti disesuaikan aja dengan bahan yang dipakai. Misalnya kalau memakai labu yang lebih berair, maka santan akan saya kurangi. Udah cocok banget dengan resep ini dan jadi andalan banget sejak jaman masih ualan dulu.

Balik lagi ke kue lumpur tape, hasil jadinya enak lho. Tetap lembut dengan aroma tape yang menggoda....jiaaah bahasanya bund >_<  Aroma tape ini yang mengingatkan saya dengan apem, tapi kalau apem kan memakai tepung beras sedangkan kue lumpur tape ini tetap memakai tepung terigu. Cobain deh, beneran enaak.






KUE LUMPUR TAPE

Bahan :
500 gr tape singkong, buang seratnya
250 gr gula pasir
3 kuning telur
2 putih telur
450 ml santan matang
1/2 sdt vanilla (saya pakai vanilla paste)
1/4 sdt garam
250 gr tepung terigu serbaguna
100 gr margarin, lelehkan
Kismis secukupnya

Cara Membuat :
1. Haluskan tape memakai garpu. Sisihkan.
2. Kocok telur dan gula hingga pucat kemudian masukkan vanilla dan garam.
3. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil terus dikocok memakai mixer speed rendah.
4. Masukkan tepung terigu bergantian dengan tape sambil dikocok hingga tercampur rata.
5. Tuang margarin leleh, aduk rata memakai spatula.
6. Panaskan cetakan kue lumpur, tuang adonan kemudian tutup. Setelah 1/2 matang, beri topping kismis dan masak kembali hingga matang.
7. Angkat dan siap disajikan.

Notes :
- Binti-bintik hitam pada kue lumpur berasal dari vanilla paste yang saya gunakan
- Tuang adonan ketika cetakan benar-benar panas, gunakan api kecil saja agar adonan matang sempurna dan tidak gosong bagian bawahnya.

Suka bangeeet deh. In shaa Allah resep ini recomended untuk dicobain.

Selamat mencoba...semoga bermanfaat ya ^^

Sumber : catatan-nina.blogspot.co.id
Continue reading

Monday, January 23, 2017

SEBLAK CILOK



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Duet antara 2 makanan yang 'katanya' gak penting tapi sering bikin kangen, yaitu seblak dan cilok. Ceritanya saya lagi pengen banget makan seblak super pedas, tapi lagi gak punya krupuk aci ataupun makaroni. Biasanya saya selalu bikin seblak dengan 2 bahan tersebut. Kebetulan masih ada sisa cilok, jadi yaa kali ini bikin seblak cilok aja, alias cilok yang dibumbui seblak hihihi. Maksa yaaa. Eh biar gitu, ternyata enak banget lho rasanya. Makan 20 butir seblak cilok berasa kurang hahaha, maklum ciloknya juga sisa-sisa saya bikin cilok kuah. Next time yaa bikin lagi. Kalau gak ada cilok dan kebetulan punya stok bakso, bisa juga tuh dibuat seblak bakso. 

Untuk pelengkapnya, saya pakai telur aja. Sebenarnya pengen juga ditambahin sosis atau smoked beef, tapi males nungguinnya karena masih beku di kulkas. Ya udah laah pakai seadanya aja. Resep cilok udah pernah saya posting ya disini. Atau bisa juga pakai resep andalan masing-masing ya. Ntar in shaa Allah saya share juga postingan tentang cilok kuah yang gak kalah enaknya. Kalau yang suka main IG, resepnya bisa dilihat di akun IG saya yaa.




Biasanya kalau bikin seblak bisa pakai selusin cabe rawit, jadi bener-bener mantap pedasnya dan bikin puyeng seketika hilang hahaha. Kali ini pakai 1/2 lusin aja, gak berani yang terlalu heboh euy daaan memang rawit lagi mahal ya hihihi.

SEBLAK CILOK

Bahan :
20 butir cilok
1 butir telur, kocok lepas
Garam dan gula pasir secukupnya
100 ml air atau sedikit aja sesuai selera
1 batang daun bawang, iris 
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :
4 siung bawang putih
4 butir bawang merah
2 cabe merah / keriting
6 cabe rawit atau sesuai selra
2 cm kencur

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan matang.
2. Masukkan cilok, tuang kocokan telur sambil diaduk cepat hingga berserabut.
3. Tuang air, bumbui garam dan gula. Test rasa hingga sesuai selera ya.
4. Masak hingga meresap dan sebelum diangkat, masukkan irisan daun bawang.
5. Angkat dan sajikan hangat dengan irisan rawit di atasnya bila suka 



Yakin nih gak mau nyoba? Biar makanan gak penting tapi enaaak lho, bisa jadi obat puyeng hihihi.

Semoga bermanfaat yaa

Sumber : catatan-nina.blogspot.co.id
Continue reading

Friday, October 28, 2016

LEMPER BAKAR ISI ABON ROA



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullah
Lemper bakar yang saya buat beberapa waktu yang lalu, baru sempat muncul di blog sekarang. Resepnya sudah duluan saya tulis di IG dan sebenarnya masih banyak resep yang belum sempat saya tuliskan di blog. Akhir-akhir ini memang IG lebih update ya, karena memang lebih praktis saya bisa posting via hape saja. Kalau ngeblog pakai hape bisa mumet sayanya karena hape saya mah hape jadul nan mungil hihihi. Tapi bagaimanapun saya tetap cintaah dengan blog saya ini karena proses belajar saya di dapur bisa diikuti di blog ini. Yaaa...walaupun blog ini isinya masih gitu-gitu aja euy, maklum emak-emak nih ya, kadang lebih susah proses belajarnya, giliran ada luang untuk belajar eeeh..malesnya datang >_<

Ngelantur kemana-mana deh, balik lagi ke lemper bakar ya. Beberapa waktu yang lalu saya dapat kiriman abon roa khas Manado. Selain enak dinikmati dengan nasi yang masih ngebul-ngebul, abon roa ini juga saya olah menjadi nasi bakar. Bisa dilihat di IG ya, nasi bakar yang memakai abon roa. Selain nasi bakar, saya juga membuat lemper bakar yang diisi abon roa. Kalau di Manado sana kan terkenal dengan lalampa, yang mirip lemper namun dibakar dan berisi cakalang pampis. Yang ini biarpun mirip dengan lalampa, saya tetap nyebutnya dengan lemper bakar saja ya, karena memang kalau lalampa kan identik dengan cakalang pampis.

Di tempat saya, lemper bakar juga banyak penggemarnya. Menurut saya aromanya lebih nikmat dibanding lemper biasa, walau semua balik lagi ke masalah selera sih. Kalau lemper biasa kan setelah dibentuk dan dibungkus daun udah jadi deh. Bahkan sekarang ini kebanyakan mbungkusnya gak pakai daun tapi memakai plastik khusus lemper yang berwarna mirip daun pisang muda. Jadi daun pisangnya cuma dikit, cuma untuk melilit lemper aja hehehe. Nah kalau lemper bakar pastinya full dibungkus daun donk ya, makanya aromanya lebih nikmat.



Lemper memang jadi salah satu isian snack box favorit saya, bahkan demikian halnya dengan anak-anak saya. Hoby deh makan lemper. Biarpun jadi favorit, saya suka males bikinnya. Selain lumayan lama, saya juga suka gak beres kalau dalam hal bungkus membungkus pakai daun hihihi. Tuuuh liat tuh bungkusan lemper saja jadinya ajaib gitu. Bisa juga sih bikin lemper anti ribet, yaitu dengan menggunakan loyang atau pyrex. Ketan cukup ditata di loyang kemudian beri isian dan tutup lagi dengan ketan. Ntar kalau mau makan tinggal diiris-iris, praktis kaaan. Jadinya memang gak mirip lemper yang identik dengan dibungkus daun pisang, tapi lumayan laah bisa jadi solusi kalau pengen mengurangi keribetan kalau pas bikin lemper heuheuheu.

Monggo kalau ada yang berkenan mencoba resep lemper ala saya. Kalau gak punya abon roa, boleh lah pakai abon ayam atau sapi. Yang lebih siiip ya tentunya isi ayam suwir, haduuuh itu lebih enak.

LEMPER BAKAR ISI ABON ROA

Bahan :
500 gr beras ketan putih, direndam minimal 3 jam (saya biasanya direndam semalaman, paginya baru diolah)
200-250 ml santan dari 1 butir kelapa
1 sdt garam
2 daun pandan, simpulkan
Abon roa untuk isian secukupnya

Cara Membuat :
1. Kukus ketan bersama daun pandan hingga 1/2 matang kemudian pindahkan ke panci dan beri santan dan garam. Aduk hingga rata.
2. Masak dengan api kecil sambil sesekali diaduk hingga santan habis.
3. Pindahkan lagi ke kukusan dan kukus hingga matang.
4. Panas-panas pindahkan ketan ke loyang atau wadah datar dan biarkan hangat. Pulung dan beri isian kemudian bentuk lonjong.
5. Bungkus dengan daun dan bakar sebentar hingga daun layu.
6. Angkat dan siap disajikan



Enaknya kalau bikin lemper sendiri tuh isinya sesuka hati alias berlimpah heheheh. Jadi puas kan makannya. Alhamdulillah, abon roa ini juga enak untuk isian lemper.

Selamat mencoba...semoga bermanfaat ^^

Sumber : catatan.nina.blogspot
Continue reading

Tuesday, October 25, 2016

KUE KU



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullah
Halooo...apa kabar? Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT ya. Kali ini postingan saya masih tentang kue tradisional. Pastinya udah pada tau donk dengan kue merah ini, yuuup kue ku atau ada juga yang menyebutnya kue thok, kue kura-kura atau angku kuih. Kue ku adalah kue yang terbuat dari tepung ketan dengan isian kacang hijau. Konon kue kue sebenarnya berasal dari Cina dan identik dengan kue yang digunakan untuk sembahyangan orang Cina. 

Sejak saya masih kecil kue ku ini memang identik dengan warna merah, kalau ada yang menyebutnya dengan kue kura-kura karena memang cetakan kue ini yang populer adalah yang bermotif tempurung kura-kura. Kalau di Jawa ada yang menyebutnya dengan kue thok karena sewaktu mengeluarkan kue ini, cetakan kayu harus dipukulkan ke benda keras sehingga berbunyi "thok". Cetakan yang digunakan memang terbuat dari kayu tapi ketika saya hunting ternyata sudah susah sekali nyarinya. Ternyata sekarang kebanyakan menggunakan cetakan plastik dengan berbagai motif dan ukuran. Aiiih...gak potojenik ya kalau cetakannya plastik heuheuheu.

Sekarang ini ku ku tidak hanya berwarna merah dan berbentuk tempurung kura-kura. Yang lagi populer adalah kue ku dengan aneka warna yang berbentuk buah-buahan. Cantik-cantik deh sehinga cocok sekali dijadikan hantaran. Selain mempunyai bentuk dan warna yang beraneka ragam, kini kue ku juga divariasikan dengan menggunakan bahan lain, misalnya kentang, labu dan ubi. 

Ini adalah pertama kali saya membuat kue ku, jadiii...harap dimaklumi kalau bentuknya gak karuan kaya gini. Tuuh liat deh, motifnya juga gak keluar >_<  Kalau yang pakai cetakan aja masih berantakan gini, jadi kayanya gak akan deh saya bikin yang versi imut dengan aneka bentuk buah itu. Bisa-bisa ntar jadinya malah bulet-bulet semua mirip klepon hihihi. Sebenarnya saya mah juga kurang terlalu hoby dengan kue ku, tapi karena penasaran ya tetap belajar bikinnya. Kalau saya lebih milih onde-onde ya...teteup gorengan ya bund ^^






KUE KU / KUE THOK

Bahan :
250 gr tepung ketan
250 ml santan kental
75 gr gula pasir
1/2 sdt garam
1/2 sdt pewarna merah atau sesuai selera
Daun pisang secukupnya

Bahan Isian :
200 gr kacang hijau tanpa kulit
100 ml santan sedang
200 gr gula pasir
1/2 sdt vanilli
1 helai daun pandan

Cara Membuat :
1. Isian : cuci bersih  kacang hijau kemudian kukus hingga matang dan dihaluskan. Campurkan dengan santan, gula psir, vanilli dan daun pandan kemudian masak dengan api kecil sambil diaduk. Masak hingga mengering dan dapat dibentuk. Sisihkan.
2. Didihkan santan dengan api sedang sambil sesekali diaduk. Matikan api dan sisihkan,
3. Campur tepung ketan, gula pasir dan garam kemudian tuangkan santan panas sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan sendok kayu. Beri pewarna secukupnya.
4. Uleni adonan hingga kalis, tidak lengket dan dapat dibentuk.
5. Bagi adonan menjadi beberapa bulatan sesuai ukuran cetakan, kemudian pipihkan dan beri isi di tengahnya dan bentuk bulat kembali sambil dirapikan.
6. Taburi cetakan dengan tepung ketan, letakkan bulatan yang sudah diisi ke cetakan, tutup dengan daun pisang dan tekan perlahan agar adonan padat memenuhi cetakan.
7. Balikkan cetakan dan keluarkan adonan bersama alas daun pisang. Kukus selama kurang lebih 30 menit atau hingga matang. 

Selamat mencoba...semoga bermanfaat ^^
Sumber : catatan.nina.blogspot
Continue reading

Friday, October 21, 2016

TALAM KABOCHA



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullah
Beberapa waktu yang lalu, entah ada angin apa kok ngerasa pengen banget makan kue talam. Gak pengen talam beras seperti yang banyak dijual itu tapi pengennya talam labu. Nah lhoo bund kalau talam labu mah susah, jarang ada yang jual di tempat saya. Mau gak mau ya harus bikin sendiri. Dimulailah gerilya saya hunting labu sejak pagi, ke beberapa tukang sayur ternyata gak ada yang bawa labu. Kok aneh aja biasanya gampang banget dapetin labu di tukang sayur, eeeh ini kok gak ada semua. Akhirnya saya mulai males deh hunting lagi dan berangkat kerja sambil berharap bisa melupakan talam labu eaaaa haahaha. Jam 12 siang saya mengantar lunch box kakak Naira ke sekolah, eeeh masih ingat talam labu, akhirnya saya bablas ke pasar deh. Daaan...ternyata labu memang gak ada yang jual. Hadeeeh...ada apakah gerangan kok susah banget nyari labu. Akhirnya demi "tombo pengen" saya beli kabocha alias labu jepang hihihi. Sesama labu kaaan.

Sampai rumah langsung nguprek di dapur dan selesai sebelum jam jemput kakak Naira. Anget-anget langsung dimakan deh talamnya. Masya Allah...nikmatnya, super lembut. Alhamdulillah keturutan makan talam hihihi. Warna kuningnya gonjreng banget ya, ini asli warna dari kabocha-nya lho. Sukaa banget liatnya, cakep ngejreng gitu. Sayangnya waktu bikin motif saya keburu-buru dan jadinya jelek deh. Gak apa-apa yang penting enaaak.




Resep talam ini sebenarnya dulu sudah pernah saya posting. Dulu saya memakai labu parang biasa. Resepnya yang ini saya modif sedikit dari aslinya yang memakai resep kak Ira - Cooking Tackle. Alhamdulillah walau sudah dimodif menyesuaikan bahan yang ada, talamnya tetap enaak. Selain menggunakan labu, kita bisa juga memakai ubi ungu atau ubi merah, sama enaknya. Yuuk bikin yuuk

TALAM KABOCHA

Bahan :
200 gr pure kabocha atau bisa juga pakai labu parang biasa
100 gr gula pasir
50 gr tepung beras
25 gr tepung tapioka
200 ml santan kental
1 butir telur
1/2 sdt garam
1 sdt vanili

Bahan Lapisan Santan :
200 ml santan kental
40 gr tepung beras
1/2 sdt garam
 1 daun pandan, simpulkan
----> aduk rata semua bahan

Cara Membuat :
1. Siapkan cetakan talam, oles tipis dengan minyak, sisihkan kemudian siapkan kukusan hingga airnya mendidih.
2. Blender semua bahan hingga halus kemudian tuang ke cetakan talam hingga 3/4 tinggi cetakan.
3. Kukus selama kurang lebih 15-20 menit hingga set kemudian tuang lapisan santan. Kukus lagi selama 10 menit atau hingga matang.
4. Angkat, biarkan hangat baru dikeluarkan dari cetakan.



Ini diaaa penampilan motifnya hahaha. Memang harusnya kalau talam itu yang bagian putih diletakkan di atas ya. Cuma karena saya gak suka liat motifnya dan pengen nunjukin warna kuning ngejrengnya si talam, jadilah dibalik aja waktu foto-foto heuheuheu.

Recomended banget untuk dicobain. Asli lembut banget talamnya, bahkan anak-anak juga suka dengan talam ini. Gak heran setiap bikin talam labu pasti gak bertahan lama alias cepat ludesnya .

Selamat mencoba...semoga bermanfaat ^^
Sumber : catatan.nina.blogspot
Continue reading

Saturday, October 8, 2016

SEMPOL AYAM



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullah
Alhamdulillah...weekend is coming ^^ Saya gak ada acara kemana-mana weekend ini, eeeh tapi besok ada acara silaturahmi sih, tapi dekat-dekat sini aja. Kalau weekend gak kemana-mana alias di rumah saja, pasti udah pada nyiapin cemilan buat anak-anak kaan. Kita bikin sempol ayam aja yuuk, pasti mereka suka.

Sempol ayam adalah salah satu jajanan kekinian yang berasal dari Malang. Beggh..bunda euy pakai bahasa kekinian hihih. Iyuup...sempol ayam memang lagi nge-trend nih. Di tempat saya udah banyak yang jual sempol ayam, apalagi kalau hari Minggu di area CFD...berderet yang jual sempol ayam daaan semuanya ramai. Harganya murah meriah, 1 tusuk cuma Rp 500,- . Tapi jangan bayangkan setusuk gede gini ya sempolnya, pastinya sempolnya ukuran mini. Saya pastinya penasaran donk kaya apa rasanya dan pernah beli juga sekali. Setelah tau rasanya kan bisa bikin sendiri di rumah hehehe. Kalau bikin sendiri pastinya lebih puas makannya donk, bisa bikin sempol yang gede-gede. 

Sempol yang saya buat ini, saya mix dengan sedikit udang, jadi tambah enak donk rasanya. Kalau gak ada ya pakai full ayam juga oke. Selain memang ayam, bisa juga memakai ikan. Saya pernah dikirimin sempol bandeng dari Pekalongan dan masya Allah...enaaak deh. Kalau gak ada tulisannya, saya juga gak bakalan tau kalau itu sempol bandeng hihihi.





Membuat sempol sendiri sebenarnya cukup mudah kok, bumbu-bumbunya juga sederhana. Kemarin waktu membuat ini, sebenarnya saya tidak ada rencana memakai telur di adonannya. Setelah saya bentuk kok kayanya padat banget ya, takutnya keras. Akhirnya saya tambahkan sebutir telur kocok di adonannya. Ntar kalau nyoba bikin, coba diperhatikan teksturnya ya. Kalau misalnya sudah cukup, gak perlu ditambahkan telur. Cara test rasa dan teksturnya gampang kok, cukup masukkan sedikit adonan ke air mendidih. Kalau teksturnya sudah pas, lanjuuut deh dibentuk di tusuk sate. Kalau di tempat saya biasanya sempol dinikmati dengan saus kacang yang dicampur dengan saus tomat dan kecap. Kalau saya mah cukup cocol saus sambel aja pluuus mayonaise favorit anak-anak.

SEMPOL AYAM

Bahan :
300 gr fillet ayam (saya mix dengan 50 gr udang kupas)
150 gr tepung tapioka
3 siung bawang putih
2 sdm bawang merah goreng
1 sdm garam
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt kaldu bubuk non MSG
1 butir telur
2 batang kucai (boleh pakai daun bawang), iris halus
1 batang seledri, iris halus
minyak goreng secukupnya

Bahan Pencelup :
2 telur kocok lepas

Cara Membuat :
1. Masukkan fillet ayam, udang kupas, bawang putih dan bawang merah goreng dalam food proseccor. Proses hingga halus.
2. Tambahkan garam, merica bubuk, kaldu bubuk, telur, kucai dan seledri. Aduk hingga tercampur rata. Test rasa dengan cara merebus sedikit adonan.
3. Olesi tangan dengan minyak goreng, ambil adonan, kepalkan di tusuk sate sambil dipadatkan. Lakukan hingga habis.
4. Rebus dalam air mendidih hingga matang, kurang lebih selama 15-20 menit. Angkat dan tiriskan, biarkan hangat.
5. Celupkan ke dalam kocokan telur kemudian goreng hingga kuning kecoklatan.
6. Angkat dan tiriskan. Sajkan dengan saus sambal favorit.



Enaaak lho kalau sempol bikin sendiri, bisa puas maemnya dan bisa dibentuk gede-gede kaya gini kan. Bikin sendiri yuuk di rumah.

Selamat mencoba...semoga menginspirasi ^^
Sumber : catatan.nina.blogspot
Continue reading