Thursday, October 17, 2013

PUDING CAKE CHOCO VANILLA



Puding cake choco vanilla ini dibuat untuk dinikmati bersama keluarga di rumah. Kebetulan akhir-akhir ini adek suka rewel kalau Bundanya lagi ngerjain pesanan kue. Maunya adek, kue itu untuk dia dan gak boleh dikirimkan ke pemesan. Kalau udah dikirim atau diambil, langsung deh pasang tampang jutek sambil bilang kalau itu kue punya adek heheheh. Sebenarnya setiap ada pesanan selalu ada lebihan untuk keluarga, tapi maunya adek cake dekor itu semua punya dia hihihih. Kalau pesanan biasa yang tanpa dekor, adeknya gak ribut minta. Jadi puding cake ini dibuat spesial untuk putri kecilku, karena memang Bundanya sudah janji untuk membuatkan kue yang besar, walau tanpa dekor ya :D

Tertarik dengan resep puding cake ini sudah cukup lama. Resep asli dari Sajian Sedap dan kulihat di Dapur Solia. Penampilan puding cake yang kubuat ini masih jauh dari kata cantik, malah terkesan berantakan menurutku >.<  Soal rasa....hmmm...kalau aku yang bilang sih enak banget, maksudnya resep ini sesuai dengan seleraku. Kali ini aku membuat versi loyang bulat, yaitu dengan memakai ring mika atau bisa juga memakai loyang ring. Versi asli memakai loyang kotak 22 cm dan kemudian ditrim menjadi ukuran 20 cm. Bisa menggunakan resep cake sesuai selera. Cake yang dipakai juga tidak harus cake coklat, memakai cake vanilla juga enak. Berikut resep dengan sedikit modifikasi dariku

PUDING CAKE CHOCO VANILLA

Bahan Cake Coklat :
3 butir telur
80 gr gula pasir
1 sdt emulsifier
60 gr tepung terigu
15 gr coklat bubuk
50 gr margarin, lelehkan

Cara Membuat :
- Panaskan oven 190'C. Siapkan loyang bulat diameter 22 cm, oles margarin, alasi kertas roti dan oles kembali. Sisihkan.
- Campur dan ayak tepung terigu dan coklat bubuk. Sisihkan.
- Kocok telur, gula pasir dan emulsifier hingga mengembang dan kental.
- Masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit sambil dikocok dengan mixer speed rendah atau diaduk.
- Tuang margarin leleh, aduk balik hingga tercampur rata.
- Tuang ke dalam loyang dan oven selama kurang lebih 15-20 menit.
- Angkat dan dinginkan.
- Letakkan cake di ring mika atau loyang ring.

Bahan Puding Busa Coklat :
1 bungkus agar-agar bubuk
25 gr gula pasir
20 gr coklat bubuk
400 ml susu cair
100 gr coklat masak pekat, cincang halus
90 gr putih telur (setara 3 putih telur)
1/8 sdt garam
60 gr gula pasir

Bahan Puding Vanilla :
1 1/2 bungkus agar-agar bubuk
180 gr gula pasir (bisa ditambah sesuai selera)
1200 ml susu cair
2 butir kuning telur, kocok lepas
1/2 sdt vanilla

Bahan Puding Bening :
1/2 bungkus agar-agar bubuk
350 ml air
75 gr gula pasir

Cara Membuat Puding :
- Puding Busa Coklat : Rebus susu cair bersama agar-agar bubuk, coklat bubuk dan gula psir hingga mendidih. Masukkan potongan coklat masak, aduk hingga coklat leleh. Sisihkan.
- Dalam suatu wadah yang kering dan bebas minyak, kocok putih telur dan garam hingga berbusa. Masukkan gula pasir sedikit demi sedikit sambil terus dikocok hingga kaku / HARD PEAK. Salah satu tandanya adalah apabila bowl dibalik maka kocokan putih telur tidak akan tumpah.
- Masukkan larutan puding sedikit demi sedikit sambil dikocok dengan speed rendah hingga tercampur rata.
- Tuang setengah adonan puding ini ke atas cake, biarkan hingga setengah beku.  Sisanya dituang di mangkok dan bekukan.
- Puding Vanilla : rebus susu bersama agar-agar bubuk dan gula pasir sambil diaduk-aduk hingga mendidih. Matikan api.
- Ambil sedikit adonan, tuang ke dalam kuning telur kemudian aduk rata dan tuang kembali. Aduk rata, nyalakan api dan aduk hingga mendidih kembali.
- Matikan api, tambahkan vanilla. Aduk rata.
- Tuang sedikit demi sedikit dengan menggunakan sendok sayur ke atas puding busa coklat. Biarkan hingga setengah beku.
- Puding Bening : Rebus agar-agar bubuk,gula pasir dan air hingga mendidih. Angkat
- Dengan menggunakan sendok, kerok sisa puding busa coklat yang dibekukan, tata di atas puding vanilla.
- Tuang perlahan puding bening dengan menggunakan sendok.
- Biarkan puding set dan masukkan ke dalam lemari es.





Sebenarnya hanya ada 3 lapisan saja, yaitu cake coklat, puding busa coklat dan puding vanilla. Karena masih ada sisa 1/2 agar-agar bubuk, jadi kubuat puding bening. Sayangnya ketika menuang puding bening ini, ternyata puding vanilla belum terlalu set, jadi ada yang tercampur, tambah gak cantik deh pudingnya hiiiks. Aku paling suka dengan puding busa coklat-nya. Rasanya lembut dan manisnya pas sesuai seleraku. Ternyata anak-anak juga demikian. Menurutku yang bikin enak memang lapisan puding busa coklat.

Ada beberapa tips untuk membuat puding busa coklat, berlaku juga untuk puding busa lainnya ya. Diantaranya adalah sebagai berikut :
- Untuk mendapatkan kocokan yang kaku atau HARD PEAK gunakan wadah yang benar-benar bersih, kering dan bebas lemak.
- Cara paling mudah untuk mengetahui kondisi kocokan putih telur hard peak adalah dengan membalikkan wadah atau bowl. Apabila dibalikkan kocokan tidak tumpah, berarti kocokan tersebut sudah kaku. Selain itu warna putih telur adalah putih kering dan tidak shinny / mengkilat seperti halnya kocokan soft peak.
- Jangan mencampurkan larutan puding dalam keadaan panas ke dalam kocokan putih telur karna akan mengakibatkan puding terpisah antara bagian padat (putih telur) dan cair (agar-agar). Tunggu adonan hingga uap panasnya hilang dan hangat baru dituang sedikit demi sedikit ke dalam kocokan telur. Jangan kuatir, putih telur akan tetap matang kok.
- Untuk memudahkan pengadukan tercampur rata, bisa digunakan teknik pancing yaitu dengan cara memasukkan sedikit kocokan putih telur ke dalam larutan agar-agar. Aduk rata baru kemudian dimasukkan kembali ke dalam kocokan putih telur. Mixer hingga tercampur rata. Cara ini optional saja dan bisa diskip ya.




Pengen merasakan nikmatnya puding cake? Bikin yuuuk...
Walau tanpa vla, puding ini sudah cukup enak lho ^_^
Continue reading

Wednesday, October 16, 2013

BDCK PAK LUKY



Orderan kesekian kalinya dari salah satu pelanggan setia Dapur Nays, yaitu jeng Ernik. Setiap tahunnya selalu order BDCK untuk keluarga tercinta. Kali ini yang berulang tahun adalah Pak Luky suaminya jeng Ernik, yang juga teman jaman SD dulu hehehehe. Yups...Ernik dan Luky sama-sama teman lamaku. 

Basecake-nya adalah spongecake vanilla tapi didekor ala black forest sesuai contoh yang dipilih sendiri. 3 Layer spongecake vanilla, dengan filling buttercream special, tidak lupa setiap layernya diperciki dengan simple syrup. Untuk toppingnya memakai chocolate crispy balls, coklat serut dan red cherry. Eh ya keluarga Ernik memang suka sekali dengan buttercream special yang kubuat, jadi setiap pesan cake selalu full dengan buttercream.






Matur nuwun untuk repeat order kesekian kalinya ya say. Eid Milad untuk Luky, Barakallahu. 
Continue reading

AYAM KODOK UNTUK BU NINA



Ayam kodok ini dipesan oleh Bu Nina (ehm...namanya sama) untuk dinikmati bersama keluarga di rumah. Tadinya mau pesan black forest, tapi diganti dengan 1 paket ayam kodok ini. Sempat gak pede mau mengerjakan pesanan ini, tapi Alhamdulillah Bu Nina terus memberi support alias maksa sih lebih tepatnya hahahaha.

1 Paket ayam kodok ini berisi ayam kodok dengan isian full ayam sesuai permintaan, ditambah 4 butir telur di dalamnya. Sausnya memakai saus BBQ spesial (daaan....lupa gak kefoto >.<). Pelengkapnya standar saja berupa setup sayuran yang terdiri dari brokoli, kembang kol, buncis dan wortel. Tentu saja tidak ketinggalan selada dan kentang goreng yang gurih. Penampilan dari ayam kodok beserta penataan pelengkapnya ini masih jauuuh dari sempurna, bahkan masih terkesan berantakan. Harap maklum ya...masih harus banyak belajar dan berlatih lagi.
Menjelang diantar, dapat kabar kalau ayam kodoknya minta diiris sekalian. Duuh....gak pengalaman sama sekali, jadinya irisannya benar-benar berantakan hiiiks. Alhamdulillah Bu Nina memaklumi dan bilang cocok dengan rasanya ^_^
Matur nuwun ya Bu..semoga barokah buat semuanya. Aamiin



Continue reading

Sunday, October 13, 2013

WIDARAN KEJU



Masih dalam edisi telur gabus atau widaran keju, kali ini aku mencoba resep lain. Tetap masih belum puas dengan hasilnya, tapi not bad lah. Lumayan buat cemilan dan suka dengan rasanya yang gurih ini. Soal bentuk memang masih gak karuan, belum bisa mulus. Parutan keju cheddar yang kurang halus juga bikin widaran-ku ini berbintik-bintik heheheh. Lain kali dicoba pakai edam aja dan harus benar-benar dihaluskan, siapa tau bisa mulus ya ^_^

Kali ini memakai resep yang full tepung ketan. Resepnya diambil dari buku Hidangan Ramadhan & Lebaran karangan Lilly T. Erwin. Kalau di buku tersebut, asli deh widaran-nya cakep banget, beda jauuuh dengan bikinanku hahahaha. Beda tangan beda hasil memang.




WIDARAN KEJU

Bahan :
200 gr tepung ketan
1 sdt garam
75 gr keju cheddar parut halus
2 kuning telur
50 ml air
1 putih telur
minyak untuk menggoreng

Cara Membuat :
- Campur tepung ketan, garam, keju, kuning telur dan air. Aduk hingga rata.
- Kocok putih telur hingga mengembang dan agak kaku, kemudian masukkan ke campuran tepung. Aduk perlahan memakai sendok kayu hingga tercampur rata dan kalis.
- Ambil sejumput adonan, bentuk memanjang dengan kedua telapak tangan, sehingga kedua ujungnya lancip. Celupkan ke dalam minyak dingin.
- Lakukan hingga adonan habis.
- Panaskan minyak dan goreng dengan api sedang hingga matang dan berwarna keemasan.
- Angkat dan tiriskan. Setelah dingin baru dimasukkan ke dalam wadah kedap udara.




Tuuuh liat deh bentuknya yang gak mulus sama sekali hihihi. Masih penasaran tentunya, sampai bisa bikin yang mulus. Semoga besok-besok gak pada bosan ya kalau masih ada postingan tentang telur gabus atau widaran keju lagi :D  Eh ya postingan yang lalu bisa dilihat disini.
Pamit dulu yaaa...mau prepare buat Idul Adha besok ^_^  
Happy Holiday...



Continue reading

Thursday, October 10, 2013

LBT #26 KUE SATU



Bismillalhirrohmanirrohim
11 Oktober 2013, saatnya parade hasil karya LBT #26 yang temanya adalah kue satu.
Kue satu atau ada juga yang menyebutnya kue satru adalah kue kering tradisional yang ada sejak lama. Di Pontianak kue satu dikenal dengan nama putu kacang. Dahulu kue ini sangat populer, bahkan di setiap hari raya dapat dipastikan kalau kue satu ini wajib ada sebagai hidangan. Kue satu dibuat dari bahan yang cukup sederhana, yaitu tepung kacang hijau, gula yang dihaluskan dan sedikit air. Adonan tersebut kemudian dicetak dan dioven. Tepung kacang hijau dibuat dari kacang hijau baik yang berkulit ataupun yang sudah dikupas. Sebelum dihaluskan kacang hijau tersebut harus disangrai terlebih dahulu. Pada jaman dahulu, kue satu tidak menggunakan proses pemanggangan yaitu cukup dijemur. Hal tersebut memungkinkan karena memang bahan-bahan yang digunakan sudah matang.
Saat ini kue satu memang kalah populer dibandingkan kue kering lainnya seperti nastar, putri salju ataupun kastengel. Walaupun demikian, masih banyak juga yang menggemari kue satu bahkan selalu membuatnya menjelang hari raya.

Sebelumnya aku gak pernah sama sekali membayangkan bisa membuat kue satu. Anak-anakku sendiri bahkan belum pernah memakannya hehehe. Alhamdulillah di LBT #26 ini jadi ada kesempatan untuk belajar membuat kue satu. Bagiku membuat kue satu itu cukup susaaah. Bener-bener butuh ketelatenan. Dimulai dari proses pembuatan tepung, kita harus beberapa kali menghaluskan dan mengayak hingga didapatkan tepung yang halus. Yang juga butuh kesabaran adalah proses mencetak kue satu. Tekstur adonan yang kering, menjadikan kue satu ini cukup rapuh ketika dicetak. Sstt...jempol juga terasa pegel lho karena harus memadatkan adonannya ke dalam cetakan hihihihi. Alhamdulillah semua effort itu terbayar lunas ketika kue satu-nya matang.




 Konon di Betawi, ada resep otentik kue satu yaitu perbandingan tepung kacang hijau dan gula harus 1:1. Namun saat ini tentunya sudah dimodifikasi, karena dengan perbandingan 1:1 bisa dipastikan rasanya akan manis sekali. Banyak resep yang beredar menggunakan perbandingan 2:1, yaitu 2 untuk takaran tepung kacang hijau dan 1 untuk takaran gula. Aku kurangi sedikit lagi agar pas dengan seleraku. Tadinya pengen bikin kue satu yang dimodif dengan memakai isian kismis atau chocochips, tapi takut melenceng dari kue satu yang otentik. Jadinya tetap membuat kue satu original aja. Resep dengan perbandingan 2:1 beserta tips membuat kue satu aku dapatkan dari teh Rosdaniar yang sudah disharing di grup.

KUE SATU

Bahan :

100 gr tepung kacang hijau (dari 150 gr kacang hijau kupas)
40 gr gula pasir halus
2 sdm air matang

Cara Membuat :
- Sangrai kacang hijau kupas dengan api kecil sambil terus diaduk hingga harum. Pastikan jangan sampai gosong ya. Matikan api dan dinginkan.


- Haluskan kacang hijau sangrai dengan memakai blender untuk biji-bijian hingga halus.




- Ayak dengan menggunakan saringan yang halus. Sisa tepung yang masih kasar diblender dan diayak lagi hingga beberapa kali hingga semua menjadi halus.

sebelum diayak


setelah diayak.

- Campur tepung kacang hijau dengan gula pasir halus. Aduk rata.
- Tuang 2 sdm air matang, aduk hingga rata. Apabila dirasa masih terlalu kering, cukup percikkan sedikit air dan diaduk kembali. Jangan menambahkan air terlalu banyak karena bisa membuat kue satu menjadi keras.
- Haluskan campuran tepung dengan menggunakan sendok atau dengan tangan hingga tidak berbulir-bulir.
- Siapkan cetakan kue satu (bisa juga menggunakan cetakan coklat). Tuang adonan ke dalam cetakan sambil dipadatkan. Untuk memudahkan bisa dengan cara memberi alas plastik di cetakan. Tarik perlahan plastik dan keluarkan adonan dari cetakannya. Susun di loyang.



siap dioven

- Oven dengan suhu 140'C hingga matang (kurleb selama 15-20 menit).
- Angkat dan dinginkan baru kemudian disimpan di wadah kedap udara.

Alhamdulillah...walaupun masih jauh dari kata rapi dan mulus, kue satunya selesai juga. Kayanya lebih gampang bikin black forest ya dibanding bikin kue satu. Harus benar-benar telaten dan sabar. Sayang sekali anak-anak kurang suka, jadi Bundanya yang ngabisin semua kue satu ini hihihihi.




Kue satunya gak mulus sama sekali hihihihi.

Thanks for the challenge LBT ^_^
Continue reading

Wednesday, October 9, 2013

CWIE MIE MALANG



Cwie Mie Malang!! Buat orang Jatim pasti familier dengan menu yang satu ini, apalagi orang Malang ya hahaha. Sebenarnya cwie mie ini tidak jauh berbeda dengan mie ayam pada umumnya. Yang membedakan adalah cwie mie ini menggunakan taburan ayam yang dicincang halus sehingga menyerupai abon. Jadi kalau tetap menggunakan potongan ayam yang dipotong dadu, jangan bilang kalau makan cwie mie ya hehehe. Selain itu cwie mie menggunakan selada sebagai pengganti sawi serta memakai acar timun dan cabe sebagai pengganti sambal. Tapi bagiku tetap kurang afdol makan cwie mie tanpa saus sambal euy. Jadi tetap aja pakai saus sambal super pedas.

Eh ya...tumben lho ini bukan postingan telat seperti biasanya hihihi. Cwie mie ini asli baru dibikin hari ini. Dibelain posting hari ini karena ada kakak nun jauh disana yang ngidam cwie mie tapi gak ada yang jualan, jadi harus bikin sendiri deh. Haluuu....mbakyuku sayang, besok bikin cwie mie sendiri ya ^_^

Harusnya kalau bikin cwie mie ini memakai mie pangsit basah, tapi karena lagi gak punya, ya udah lah pakai mie kering aja gak apa ya. Lumayan lah hasilnya, tetap terasa nikmat untuk kami sekeluarga. Resep asli diadaptasi dari sini ya dan dimodifikasi lagi sesuai selera.

CWIE MIE MALANG

Bahan :
500 gr mie kering rebus (lebih oke pakai mie basah)
Daun selada secukupnya
Bawang goreng secukupnya
Daun bawang secukupnya, iris tipis
Bakso
Krupuk pangsit
Minyak ayam 
Kecap ikan
Minyak wijen
Acar timun dan cabe rawit


Bahan Taburan Ayam :
500 gr ayam cincang
3 siung bawang putih, cincang halus
2 cm jahe, cincang halus
1 sdm saus tiram
1 sdt minyak wijen
1 sdt gula pasir
2 sdt garam (atau sesuai selera)
1/2 sdt merica bubuk
2 sdm bawang putih goreng
2 sdm minyak

Cara Membuat Taburan Ayam :
- Panaskan minyak, tumis bawang putih dan jahe hingga harum.
- Masukkan ayam, aduk-aduk hingga berubah warna dan kaku.
- Bumbui dengan saus tiram, minyak wijen, gula, garam dan merica bubuk. Masak hingga matang dan kering. Angkat dan dinginkan.
- Campur tumisan ayam dengan bawang putih goreng kemudian giling sebentar hingga teksturnya menjadi lebih halus. Bisa menggunakan grinder atau food processor.
- Siap digunakan

Bahan Kuah :
Tulang ayam secukupnya (lupa gak ditimbang tadi)
2 liter air
3 siung bawang putih, memarkan
3-4 sdt garam (sesuai selera)
2 sdt gula

Cara Membuah Kuah :
- Rebus tulang ayam dengan air dengan menggunakan api kecil selama kurang lebih 2 jam.
- Saring kuahnya dan tambahkan air secukupnya.
- Masukkan bawang putih, garam dan gula. Masak kembali dengan api kecil hingga mendidih.
- Siap digunakan.

Penyajian Untuk 1 Mangkok :
- Campurkan mie yang sudah direbus dengan 1 sdm minyak ayam, 1 sdt kecap ikan dan 1/2 sdt minyak wijen. Aduk hingga rata.
- Siapkan mangkok saji, tata selada di atasnya dan tuangkan mie.
- Taburi mie dengan ayam, bawang merah dan daun bawang.
- Letakkan bakso, krupuk pangsit dan acar.
- Sajikan dengan kuah dan saus sambal jika suka.





Resepnya lumayan panjaaang, tapi bukan berarti ribet bikinnya. Bahan-bahannya juga cukup sederhana dan bikinnya gak sulit. Untuk takaran silahkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing ya.
Membuat kuah memang membutuhkan waktu yang cukup lama, kurang lebih dimasak dengan api kecil selama 2 jam. Apabila kuah dimasak dengan api kecil, maka kuahnya akan menjadi bening. 

Minyak ayam bisa dibuat dengan cara memanaskan kulit ayam dengan sedikit minyak dan bawang putih yang dimemarkan. Goreng dengan api kecil hingga keluar minyak dari kulit ayam tersebut. Tambahkan lagi minyak dan dimasak kembali dengan api kecil selama kurang lebih 15 menit. Gampang kan bikinnya. Kita bisa membuat stok minyak ayam di rumah. Simpan minyak ayam tersebut di wadah yang bersih, kering dan tertutup. Siap digunakan kalau kita mau bikin mie ayam.



Taburan ayam cincang. Masih kurang halus ya teksturnya dan warnanya tidak bisa putih bersih seperti yang dijual-jual itu. Bisa juga karena aku memakai saus tiram sebagai salah satu bumbunya. Rasanya? Enaaak deh, gurih banget.



Selamat mencoba, semoga sesuai dengan selera keluarga. Happy cooking ^_^


Continue reading

Tuesday, October 8, 2013

BANANA OATS BREAD



Banana oat bread ini adalah salah satu varian dari quick bread. Disebut quick bread karena bikinnya cepat, gak pakai acara pegel nguleni, gak pakai lama proofing, tinggal aduk-aduk dan panggang....jadi deh. Metode pembuatannya mirip dengan cara membuat muffin, yaitu  bahan basah dimasukkan ke campuran bahan kering. Aduk-aduk sebentar, siap untuk dioven. Quick bread juga cukup mengenyangkan sehingga cocok disajikan sebagai menu sarapan.

Banana oat bread ini terinspirasi dari postingan cantik Mbak Yulyan Parwati. Nuhun inspirasinya ya Mbak. Kebetulan bahan-bahannya cukup simpel dan tersedia di rumah. Oatmeal pakai punya Ayah yang memang tiap pagi sarapan oatmeal. Pisang juga masih sisa 3 buah dan sudah cukup matang. Saatnya eksekusi hihihii. Sengaja bikin malem-malem sampai ketiduran euy, jadi bisa disajikan untuk sarapan keesokan harinya. Just enjoy my picts ya...






Topping bisa disesuaikan dengan selera ya. Almond, keju parut, kenari, kismis atau potongan pisang...semua oke dan enak. Teksturnya cukup lembut, dipadukan dengan harum aroma pisang dan kayu manis bubuk. Lumayan lah untuk dijadikan resep favorit di kala malas berlama-lama uprek di dapur. Eh ya kayanya aku salah pake loyang nih, jadinya terlalu pendek hasilnya. Aku pakai loyang loaf ukuran 22 x 10 cm. Next time pakai loyang yang lebih kecil, jadi bisa lebih cantik hasilnya.  



Apabila membuat banana oats bread ini di malam hari dan akan disajikan sebagai menu sarapan keesokan harinya, tinggal hangatkan sebentar dalam microwave ya. Lebih enak disajikan hangat. Lebih oke lagi kalo bikinnya subuh-subuh, jadi matang pas ketika waktu sarapan. 
Selamat mencoba...happy baking ^_^





Continue reading