Sunday, October 13, 2013

WIDARAN KEJU



Masih dalam edisi telur gabus atau widaran keju, kali ini aku mencoba resep lain. Tetap masih belum puas dengan hasilnya, tapi not bad lah. Lumayan buat cemilan dan suka dengan rasanya yang gurih ini. Soal bentuk memang masih gak karuan, belum bisa mulus. Parutan keju cheddar yang kurang halus juga bikin widaran-ku ini berbintik-bintik heheheh. Lain kali dicoba pakai edam aja dan harus benar-benar dihaluskan, siapa tau bisa mulus ya ^_^

Kali ini memakai resep yang full tepung ketan. Resepnya diambil dari buku Hidangan Ramadhan & Lebaran karangan Lilly T. Erwin. Kalau di buku tersebut, asli deh widaran-nya cakep banget, beda jauuuh dengan bikinanku hahahaha. Beda tangan beda hasil memang.




WIDARAN KEJU

Bahan :
200 gr tepung ketan
1 sdt garam
75 gr keju cheddar parut halus
2 kuning telur
50 ml air
1 putih telur
minyak untuk menggoreng

Cara Membuat :
- Campur tepung ketan, garam, keju, kuning telur dan air. Aduk hingga rata.
- Kocok putih telur hingga mengembang dan agak kaku, kemudian masukkan ke campuran tepung. Aduk perlahan memakai sendok kayu hingga tercampur rata dan kalis.
- Ambil sejumput adonan, bentuk memanjang dengan kedua telapak tangan, sehingga kedua ujungnya lancip. Celupkan ke dalam minyak dingin.
- Lakukan hingga adonan habis.
- Panaskan minyak dan goreng dengan api sedang hingga matang dan berwarna keemasan.
- Angkat dan tiriskan. Setelah dingin baru dimasukkan ke dalam wadah kedap udara.




Tuuuh liat deh bentuknya yang gak mulus sama sekali hihihi. Masih penasaran tentunya, sampai bisa bikin yang mulus. Semoga besok-besok gak pada bosan ya kalau masih ada postingan tentang telur gabus atau widaran keju lagi :D  Eh ya postingan yang lalu bisa dilihat disini.
Pamit dulu yaaa...mau prepare buat Idul Adha besok ^_^  
Happy Holiday...



Continue reading

Thursday, October 10, 2013

LBT #26 KUE SATU



Bismillalhirrohmanirrohim
11 Oktober 2013, saatnya parade hasil karya LBT #26 yang temanya adalah kue satu.
Kue satu atau ada juga yang menyebutnya kue satru adalah kue kering tradisional yang ada sejak lama. Di Pontianak kue satu dikenal dengan nama putu kacang. Dahulu kue ini sangat populer, bahkan di setiap hari raya dapat dipastikan kalau kue satu ini wajib ada sebagai hidangan. Kue satu dibuat dari bahan yang cukup sederhana, yaitu tepung kacang hijau, gula yang dihaluskan dan sedikit air. Adonan tersebut kemudian dicetak dan dioven. Tepung kacang hijau dibuat dari kacang hijau baik yang berkulit ataupun yang sudah dikupas. Sebelum dihaluskan kacang hijau tersebut harus disangrai terlebih dahulu. Pada jaman dahulu, kue satu tidak menggunakan proses pemanggangan yaitu cukup dijemur. Hal tersebut memungkinkan karena memang bahan-bahan yang digunakan sudah matang.
Saat ini kue satu memang kalah populer dibandingkan kue kering lainnya seperti nastar, putri salju ataupun kastengel. Walaupun demikian, masih banyak juga yang menggemari kue satu bahkan selalu membuatnya menjelang hari raya.

Sebelumnya aku gak pernah sama sekali membayangkan bisa membuat kue satu. Anak-anakku sendiri bahkan belum pernah memakannya hehehe. Alhamdulillah di LBT #26 ini jadi ada kesempatan untuk belajar membuat kue satu. Bagiku membuat kue satu itu cukup susaaah. Bener-bener butuh ketelatenan. Dimulai dari proses pembuatan tepung, kita harus beberapa kali menghaluskan dan mengayak hingga didapatkan tepung yang halus. Yang juga butuh kesabaran adalah proses mencetak kue satu. Tekstur adonan yang kering, menjadikan kue satu ini cukup rapuh ketika dicetak. Sstt...jempol juga terasa pegel lho karena harus memadatkan adonannya ke dalam cetakan hihihihi. Alhamdulillah semua effort itu terbayar lunas ketika kue satu-nya matang.




 Konon di Betawi, ada resep otentik kue satu yaitu perbandingan tepung kacang hijau dan gula harus 1:1. Namun saat ini tentunya sudah dimodifikasi, karena dengan perbandingan 1:1 bisa dipastikan rasanya akan manis sekali. Banyak resep yang beredar menggunakan perbandingan 2:1, yaitu 2 untuk takaran tepung kacang hijau dan 1 untuk takaran gula. Aku kurangi sedikit lagi agar pas dengan seleraku. Tadinya pengen bikin kue satu yang dimodif dengan memakai isian kismis atau chocochips, tapi takut melenceng dari kue satu yang otentik. Jadinya tetap membuat kue satu original aja. Resep dengan perbandingan 2:1 beserta tips membuat kue satu aku dapatkan dari teh Rosdaniar yang sudah disharing di grup.

KUE SATU

Bahan :

100 gr tepung kacang hijau (dari 150 gr kacang hijau kupas)
40 gr gula pasir halus
2 sdm air matang

Cara Membuat :
- Sangrai kacang hijau kupas dengan api kecil sambil terus diaduk hingga harum. Pastikan jangan sampai gosong ya. Matikan api dan dinginkan.


- Haluskan kacang hijau sangrai dengan memakai blender untuk biji-bijian hingga halus.




- Ayak dengan menggunakan saringan yang halus. Sisa tepung yang masih kasar diblender dan diayak lagi hingga beberapa kali hingga semua menjadi halus.

sebelum diayak


setelah diayak.

- Campur tepung kacang hijau dengan gula pasir halus. Aduk rata.
- Tuang 2 sdm air matang, aduk hingga rata. Apabila dirasa masih terlalu kering, cukup percikkan sedikit air dan diaduk kembali. Jangan menambahkan air terlalu banyak karena bisa membuat kue satu menjadi keras.
- Haluskan campuran tepung dengan menggunakan sendok atau dengan tangan hingga tidak berbulir-bulir.
- Siapkan cetakan kue satu (bisa juga menggunakan cetakan coklat). Tuang adonan ke dalam cetakan sambil dipadatkan. Untuk memudahkan bisa dengan cara memberi alas plastik di cetakan. Tarik perlahan plastik dan keluarkan adonan dari cetakannya. Susun di loyang.



siap dioven

- Oven dengan suhu 140'C hingga matang (kurleb selama 15-20 menit).
- Angkat dan dinginkan baru kemudian disimpan di wadah kedap udara.

Alhamdulillah...walaupun masih jauh dari kata rapi dan mulus, kue satunya selesai juga. Kayanya lebih gampang bikin black forest ya dibanding bikin kue satu. Harus benar-benar telaten dan sabar. Sayang sekali anak-anak kurang suka, jadi Bundanya yang ngabisin semua kue satu ini hihihihi.




Kue satunya gak mulus sama sekali hihihihi.

Thanks for the challenge LBT ^_^
Continue reading

Wednesday, October 9, 2013

CWIE MIE MALANG



Cwie Mie Malang!! Buat orang Jatim pasti familier dengan menu yang satu ini, apalagi orang Malang ya hahaha. Sebenarnya cwie mie ini tidak jauh berbeda dengan mie ayam pada umumnya. Yang membedakan adalah cwie mie ini menggunakan taburan ayam yang dicincang halus sehingga menyerupai abon. Jadi kalau tetap menggunakan potongan ayam yang dipotong dadu, jangan bilang kalau makan cwie mie ya hehehe. Selain itu cwie mie menggunakan selada sebagai pengganti sawi serta memakai acar timun dan cabe sebagai pengganti sambal. Tapi bagiku tetap kurang afdol makan cwie mie tanpa saus sambal euy. Jadi tetap aja pakai saus sambal super pedas.

Eh ya...tumben lho ini bukan postingan telat seperti biasanya hihihi. Cwie mie ini asli baru dibikin hari ini. Dibelain posting hari ini karena ada kakak nun jauh disana yang ngidam cwie mie tapi gak ada yang jualan, jadi harus bikin sendiri deh. Haluuu....mbakyuku sayang, besok bikin cwie mie sendiri ya ^_^

Harusnya kalau bikin cwie mie ini memakai mie pangsit basah, tapi karena lagi gak punya, ya udah lah pakai mie kering aja gak apa ya. Lumayan lah hasilnya, tetap terasa nikmat untuk kami sekeluarga. Resep asli diadaptasi dari sini ya dan dimodifikasi lagi sesuai selera.

CWIE MIE MALANG

Bahan :
500 gr mie kering rebus (lebih oke pakai mie basah)
Daun selada secukupnya
Bawang goreng secukupnya
Daun bawang secukupnya, iris tipis
Bakso
Krupuk pangsit
Minyak ayam 
Kecap ikan
Minyak wijen
Acar timun dan cabe rawit


Bahan Taburan Ayam :
500 gr ayam cincang
3 siung bawang putih, cincang halus
2 cm jahe, cincang halus
1 sdm saus tiram
1 sdt minyak wijen
1 sdt gula pasir
2 sdt garam (atau sesuai selera)
1/2 sdt merica bubuk
2 sdm bawang putih goreng
2 sdm minyak

Cara Membuat Taburan Ayam :
- Panaskan minyak, tumis bawang putih dan jahe hingga harum.
- Masukkan ayam, aduk-aduk hingga berubah warna dan kaku.
- Bumbui dengan saus tiram, minyak wijen, gula, garam dan merica bubuk. Masak hingga matang dan kering. Angkat dan dinginkan.
- Campur tumisan ayam dengan bawang putih goreng kemudian giling sebentar hingga teksturnya menjadi lebih halus. Bisa menggunakan grinder atau food processor.
- Siap digunakan

Bahan Kuah :
Tulang ayam secukupnya (lupa gak ditimbang tadi)
2 liter air
3 siung bawang putih, memarkan
3-4 sdt garam (sesuai selera)
2 sdt gula

Cara Membuah Kuah :
- Rebus tulang ayam dengan air dengan menggunakan api kecil selama kurang lebih 2 jam.
- Saring kuahnya dan tambahkan air secukupnya.
- Masukkan bawang putih, garam dan gula. Masak kembali dengan api kecil hingga mendidih.
- Siap digunakan.

Penyajian Untuk 1 Mangkok :
- Campurkan mie yang sudah direbus dengan 1 sdm minyak ayam, 1 sdt kecap ikan dan 1/2 sdt minyak wijen. Aduk hingga rata.
- Siapkan mangkok saji, tata selada di atasnya dan tuangkan mie.
- Taburi mie dengan ayam, bawang merah dan daun bawang.
- Letakkan bakso, krupuk pangsit dan acar.
- Sajikan dengan kuah dan saus sambal jika suka.





Resepnya lumayan panjaaang, tapi bukan berarti ribet bikinnya. Bahan-bahannya juga cukup sederhana dan bikinnya gak sulit. Untuk takaran silahkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing ya.
Membuat kuah memang membutuhkan waktu yang cukup lama, kurang lebih dimasak dengan api kecil selama 2 jam. Apabila kuah dimasak dengan api kecil, maka kuahnya akan menjadi bening. 

Minyak ayam bisa dibuat dengan cara memanaskan kulit ayam dengan sedikit minyak dan bawang putih yang dimemarkan. Goreng dengan api kecil hingga keluar minyak dari kulit ayam tersebut. Tambahkan lagi minyak dan dimasak kembali dengan api kecil selama kurang lebih 15 menit. Gampang kan bikinnya. Kita bisa membuat stok minyak ayam di rumah. Simpan minyak ayam tersebut di wadah yang bersih, kering dan tertutup. Siap digunakan kalau kita mau bikin mie ayam.



Taburan ayam cincang. Masih kurang halus ya teksturnya dan warnanya tidak bisa putih bersih seperti yang dijual-jual itu. Bisa juga karena aku memakai saus tiram sebagai salah satu bumbunya. Rasanya? Enaaak deh, gurih banget.



Selamat mencoba, semoga sesuai dengan selera keluarga. Happy cooking ^_^


Continue reading

Tuesday, October 8, 2013

BANANA OATS BREAD



Banana oat bread ini adalah salah satu varian dari quick bread. Disebut quick bread karena bikinnya cepat, gak pakai acara pegel nguleni, gak pakai lama proofing, tinggal aduk-aduk dan panggang....jadi deh. Metode pembuatannya mirip dengan cara membuat muffin, yaitu  bahan basah dimasukkan ke campuran bahan kering. Aduk-aduk sebentar, siap untuk dioven. Quick bread juga cukup mengenyangkan sehingga cocok disajikan sebagai menu sarapan.

Banana oat bread ini terinspirasi dari postingan cantik Mbak Yulyan Parwati. Nuhun inspirasinya ya Mbak. Kebetulan bahan-bahannya cukup simpel dan tersedia di rumah. Oatmeal pakai punya Ayah yang memang tiap pagi sarapan oatmeal. Pisang juga masih sisa 3 buah dan sudah cukup matang. Saatnya eksekusi hihihii. Sengaja bikin malem-malem sampai ketiduran euy, jadi bisa disajikan untuk sarapan keesokan harinya. Just enjoy my picts ya...






Topping bisa disesuaikan dengan selera ya. Almond, keju parut, kenari, kismis atau potongan pisang...semua oke dan enak. Teksturnya cukup lembut, dipadukan dengan harum aroma pisang dan kayu manis bubuk. Lumayan lah untuk dijadikan resep favorit di kala malas berlama-lama uprek di dapur. Eh ya kayanya aku salah pake loyang nih, jadinya terlalu pendek hasilnya. Aku pakai loyang loaf ukuran 22 x 10 cm. Next time pakai loyang yang lebih kecil, jadi bisa lebih cantik hasilnya.  



Apabila membuat banana oats bread ini di malam hari dan akan disajikan sebagai menu sarapan keesokan harinya, tinggal hangatkan sebentar dalam microwave ya. Lebih enak disajikan hangat. Lebih oke lagi kalo bikinnya subuh-subuh, jadi matang pas ketika waktu sarapan. 
Selamat mencoba...happy baking ^_^





Continue reading

GARANG ASEM AYAM - REPOST



Alhamdulillah bisa posting lagi ^_^  Kemarin-kemarin sempat mengalami malas yang luar biasa, malas foto-foto, malas ngedit foto-foto lama, malas on line. Pokoknya bawaannya pengen merem aja deh. Kalau baking and cooking sih sebenarnya tetap dilakukan setiap hari, tapi ya itu gak ada mood sama sekali untuk didokumentasikan....hffff.  Sebenarnya ini foto lama juga, foto yang lagi-lagi mati gaya untuk kesekian kalinya hiiiks. Tapi ya gak apa deh tetep diposting, siapa tau bisa semangat lagi untuk update hehehehe.
Garang asem ayam sebenarnya sudah pernah kuposting juga disini. Untuk resep yang kupakai kurang lebih sama, karena memang selama ini kalau masak seringnya pakai ilmu kira-kira aja alias jurus cemplang cemplung aja.

Garang asem merupakan salah satu masakan tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Garang asem terbuat dari ayam yang sudah dipotong-potong, diberi kuah santan dan memakai tomat hijau serta belimbing wuluh sebagai ciri khasnya. Potongan ayam yang empuk, dipadukan dengan kuah santan yang gurih serta ada sensasi asam dari pemakaian tomat hijau dan belimbing wuluh. Untuk pecinta rasa pedas jangan khawatir, karena pada setiap porsi garang asem juga terdapat cabe rawit yang bisa langsung digigit. Hmmm...mantap. Selain memakai ayam kampung sebagai bahan utama, saat ini juga bisa dijumpai garang asem yang memakai ati ampela. Silahkan disesuaikan dengan selera keluarga ya.
Konon di Jawa Tengah sendiri ada beberapa versi garang asem, antara lain adalah garang asem Kudus, garang asem Pekalongan dan garang asem Demak. Garang asem yang berasal dari Kudus menggunakan daun jati sebagai pembungkusnya. Garang asem dari Pekalongan disajikan tidak memakai pembungkus daun pisang, melainkan langsung disajikan di atas piring. Sedangkan garang asem dari Demak menggunakan daun pisang sebagai pembungkusnya. 




Berikut aku tuliskan lagi resepnya ya. Untuk takarannya silahkan disesuaikan dengan kebutuhan dan selera keluarga.

GARANG ASEM AYAM

Bahan :
1 ekor ayam kampung, potong menjadi beberapa bagian
10 buah belimbing wuluh, potong agak tebal
8 tomat hijau, potong-potong
15 cabe rawit
2 batang serai, iris halus bagian putihnya
6 lembar daun salam
5 cm lengkuas, parut
400 ml santan (atau sesuai selera)
daun pisang secukupnya

Bumbu Halus :
10 butir bawang merah
8 siung bawang putih
3 cm kunyit
5 butir kemiri sangrai
garam dan gula pasir secukupnya

Cara Membuat :
- Campurkan bumbu halus dengan santan, serai dan lengkuas parut.
- Masukkan ayam, belimbing wuluh, tomat hijau, cabe rawit dan bumbui kembali dengan garam serta gula hingga pas rasanya.
- Siapkan daun pisang, beri daun salam di dasarnya kemudian beri ayam beserta kuah dan bumbunya. Bungkus dan semat dengan lidi. Lakukan hingga habis.
- Kukus dalam dandang yang sudah dipanaskan selama kurang lebih 60 menit hingga matang dan ayam empuk.
- Angkat dan siap disajikan.

Mantap rasanya. Bumbunya meresap hingga ke bagian dalam ayam. Selain itu bumbunya juga masih banyak yang menempel di permukaan kulit ayamnya. Cocok sekali disajikan dengan sepiring nasi putih hangat. Yummy....



Continue reading

Wednesday, October 2, 2013

TAHU GEJROT



Tahu gejrot adalah salah satu hidangan khas Cirebon berupa tahu yang digoreng dan dipotong agak kecil serta disajikan dengan kuah. Cita rasa kuahnya adalah pedas, asam dan manis. Bahan-bahan yang digunakan cukup sederhana, tapi jangan salah ya, rasanya gak sederhana lho alias bikin ketagihan hihihihi. Bagi yang suka tentunya. Yang unik adalah para penjual tahu gejrot menyajikannya memakai piring tembikar dan tanpa menggunakan sendok atau garpu, cukup memakai tusuk gigi. Kesannya jadi tradisional banget ya.

Tahu gejrot tentu saja dengan mudah dijumpai di seputaran kota Cirebon, tapi sayangnya cukup sulit dijumpai di kota lain. Kebetulan suami dulu pernah tinggal di Cirebon, jadi terkadang suka kangen juga dengan hidangan khasnya. Tahu gejrot ini salah satunya. Sebenarnya kangen juga dengan empal gentong, tapi akunya belum bisa masaknya >_<  Karena gak ada yang jual tahu gejrot, jadi bikin sendiri aja yaa...




TAHU GEJROT


Bahan :
5 blok tahu pong
1 sdt garam
75 gr gula merah, sisir halus
1 sdt gula pasir
1 sdm air asam jawa
350 ml air
minyak goreng secukupnya

Bumbu Halus :
2 cabe merah
2 siung bawang putih
3 butir bawang merah
1 sdt garam

Bumbu Tumbuk Kasar :
2 cabe hijau
10 cabe rawit (atau sesuai selera)
1 siung bawang putih
3 butir bawang merah

Cara Membuat :
- Rendam tahu dengan sedikit air dan garam selama kurang lebih 15 menit.
- Panaskan minyak, goreng tahu hingga matang. Kalau tidak ada tahu pong, goreng tahu dengan minyak yang cukup banyak, maka tahu akan bisa berongga tengahnya. Angkat dan tiriskan.
- Campur bumbu halus dengan air, gula merah, gula pasir dan air asam jawa. Masak hingga mendidih. Angkat.
- Siapkan piring saji, potong-potong tahu menjadi potongan yang kecil, taburi bumbu yang ditumbuk kasar dan siram dengan kuah.
- Siap disajikan.

Rasanya mantaaap. Just enjoy my picts yaa :)






Eh ya kuah tahu gejrot ini mirip banget dengan yang sering kubuat saat kecil dulu. Tapi tidak dinikmati dengan tahu melainkan dengan krupuk goreng pasir. Krupuknya dicelup-celupin ke kuahnya...duuuh...nikmat banget deh hehehehe.
Continue reading

Tuesday, October 1, 2013

STEAMED CHEESE CAKE (BROWKUS KEJU PAK SAHAK)



Browkus keju resep Pak Sahak Pribadi ini sudah terkenal sekali. Banyak yang menyukai dan menjadikan resep ini sebagai salah satu resep favorit. Kalau aku lebih sreg menyebutnya sebagai steamed cheese cake alias cake keju kukus. Gimana gak, pemakaian cream cheesenya jauh lebih banyak dibandingkan pemakaian tepung. Jadi bisa dipastikan kalau cheesy lovers pasti suka dengan cake ini.  Rasa keju dari cream cheesenya memang cukup terasa tapi tidak menjadikan cake ini menjadi eneg. Teksturnya juga sangat lembut. Kalau aku lebih suka menyantapnya dalam keadaan dingin, anggap aja makan JCC ya hihihihi. Liat deh teksturnya....



Sengaja bikin ini karena masih ada stok cream cheese di kulkas. Pengennya sih memang bikin CCC atau JCC, tapi kok males ya berlama-lama nungguin matengnya. Jadi bikin yang cepat dan praktis aja.

STEAMED CHEESE CAKE
(BROWKUS KEJU PAK SAHAK)

Bahan A :
3 butir telur
100 gr gula pasir
1 sdt emulsifier

Bahan B :
60 gr tepung terigu
20 gr maizena
40 gr susu bubuk full cream
1/2 sdt garam
---> campur dan ayak

Bahan C :
250 gr cream cheese suhu ruang
75 gr butter
---> kocok sampai halus

Cara Membuat :
- Siapkan loyang 30x10x3 cm (aku pakai loyang oval dan masih ada sisa adonan). Oles tipis dengan margarin, alasi kertas roti dan oles kembali. Sisihkan.
- Panaskan kukusan.
- Kocok bahan A hingga mengembang dan kental.
- Masukkan bahan B, aduk hingga rata atau bisa dikocok mixer speed rendah.
- Masukkan bahan C, aduk balik hingga rata.
- Tuang ke dalam loyang, hentakkan loyang untuk mengeluarkan udara dalam adonan.
- Kukus dengan api sedang selama kurang lebih 20 menit hingga matang.
- Angkat, keluarkan dari loyangnya dan dinginkan.

Karena untuk dinikmati sendiri bersama keluarga, jadi gak usah pakai dekor deh ya. Cukup memakai coretan coklat aja dan beri sepotong cherry kering sebagai pemanis hihihi. Boleh juga cakenya dibuat 2 layer, jadi dituang tipis saja ke 2 buah loyang dan kemudian ditambahkan selai sebagai fillingnya. Enaaak deh, aku udah pernah nyoba.




Biar sudah dihentakkan sesaat sebelum masuk kukusan, ternyata masih ada rongga di cake-nya. Gak apa deh ya, tidak mengurangi rasanya. Cheesy lovers....it's worth to try.
Continue reading