Wednesday, February 5, 2014

SAPO TAHU UDANG



Bismillahirrohmanirrohim..Masih postingan dengan tema tahu dan udang ya. Yang ini adalah sapo tahu udang.  Bikinnya super gampang dan cepat, habisnya lebih cepat lagi hehehe. Sapo tahu (sapo tofu) adalah salah satu sajian Chinese Food. Mirip dengan capcay dengan beragam isian dan biasanya disajikan dalam porsi besar untuk dinikmati bersama-sama. Sesuai dengan namanya, maka tentu saja bahan yang wajib ada adalah egg tofu atau ada pulang yang menyebutnya tahu jepang. Egg tofu ini teksturnya sangat lembut dan memang banyak diolah menjadi sajian Chinese Food.

Masih punya stok tofu di kulkas, jadi yang terpikir pertama kali memang diolah menjadi sapo tahu. Anak-anak suka sekali dengan sapo tahu buatan bundanya. Ya iya lah yaa...yang ada tiap hari cuma masakan bundanya hihihi. Ubrek-ubrek kulkas cari bahan, masih ada udang, jamur hioko, bakso ikan, wortel dan seuprit brokoli. Jadi harap maklum kalau sapo tahunya beda dengan yang biasa dijumpai di resto Chinese Food. Kali ini memang ala bunda dengan bahan-bahan yang ada ^^






SAPO TAHU UDANG

Bahan :
1 buah tofu, potong-potong
 (lumuri dengan sedikit maizena dan goreng hingga berkulit)
1 butir bawang bombay, iris memanjang
3 siung bawang putih, memarkan
2 cm jahe, memarkan
100 gr udang, bersihkan, sisakan ekor dan kerat punggungnya
10 butir bakso ikan, belah 3
3 buah wortel, iris serong
1 kuntum brokoli, potong-potong per tangkai
2 buah jamur hioko (rendam hingga lunak dan potong-potong)
3,5 sdm saus tiram
2 sdm kecap ikan
3/4 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
700 ml air kaldu ayam
2 helai daun bawang, iris-iris
2 sdm tepung sagu, larutkan dengan sedikit air
1 sdt minyak wijen
2 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat :
- Panaskan minyak, tumis bawang bombay, bawang putih dan jahe hingga harum.
- Masukkan udang dan bakso ikan. Aduk dan masak hingga udang berubah warna.
- Masukkan wortel, masak hingga setengah lunak.
- Masukkan brokoli dan jamur. Aduk rata.
- Masukkan saus tiram, kecap ikan, garam, merica bubuk dan gula pasir. Aduk rata.
- Tuang air kaldu dan tofu. Aduk perlahan.
- Masak hingga mendidih dengan api kecil. Test rasa.
- Masukkan larutan tepung sagu sedikit demi sedikit hingga kekentalan yang diinginkan. Biarkan mendidih kembali.
- Masukkan daun bawang dan minyak wijen. Aduk sebentar.
- Angkat dan sajikan hangat.




Bila tidak suka tofu dengan baluran maizena saat digoreng, bisa diskip aja ya. Bisa memakai tofu yang langsung digoreng. Jamur yang bisa dipakai antara lain jamur kancing atau jamur kuping. Enaak deh. Bisa juga menambahkan bunga kol sehingga sayurannya lebih lengkap. Kalau suka bisa juga menambahkan jagung muda yang diiris serong. Di beberapa resto aku pernah menikmati sapo tahu yang sangat kental. Kalau aku lebih suka yang tidak kental sekali, karena lebih segar menurutku. Anak-anak juga suka sekali dengan kuah kentalnya ini. Silahkan disesuaikan dengan selera keluarga ya.
Eh ya...lagi males mati gaya kalau foto-foto nih. Males ngeluarin properti, males nata-natanya. Jadinya ya seperti ini hehehe.
Happy cooking ^^









Continue reading

TAHU BAKSO AYAM UDANG



Kalau kita berkunjung atau sekedar melewati daerah Ungaran di Jawa Tengah, pasti akan sering menjumpai papan nama penjual tahu bakso. Tak heran kalau banyak yang mengatakan, belum lengkap rasanya ke Ungaran kalau tidak beli tahu bakso. Yang paling terkenal adalah tahu bakso buatan Bu Pudji. Masih banyak lagi penjual tahu bakso di Ungaran dan biasanya memang semua ramai di saat musim liburan. Setiap tahun ketika mudik, aku selalu bawa oleh-oleh tahu bakso juga lho.

Ngomongin tahu bakso Ungaran, bukan berarti aku kali ini membuat tahu bakso ala Ungaran ya. Secara bentuk aja udah gak mirip tuh, jadi gak akan ngaku-ngaku tahu bakso Ungaran deh hihhi. Kalau biasanya tahu bakso dibuat dengan isian adonan daging sapi, kali ini aku membuat dengan isian ayam dan udang. Kenapa gak bikin dari daging sapi? Yaa...karena aku cuma punya stok ayam dan udang di kulkas hehehe. Ternyata tahu bakso ayam udang gak kalah enaknya lho dibandingkan tahu bakso dari daging sapi. Kali ini aku memakai resep dari Mbak Diah Didi. Makasih ya Mbak sharingnya. Untuk membuat tahu bakso ini kita bisa memakai tahu sumedang atau tahu soka yang sudah gurih rasanya. Bisa juga memakai tahu pong. Karena di rumah cuma punya tahu biasa, jadi aku pakai yang ada aja. Karena memakai tahu biasa yang rasanya masih tawar, sebelum dipakai maka tahu tersebut aku rendam sebentar di air garam. Kalau memakai tahu yang sudah gurih, bisa diskip ya. Berikut ini resepnya




TAHU BAKSO AYAM UDANG

Bahan :
5 buah tahu, potong segitiga dan rendam sebentar air yang diberi garam
150 gr fillet dada ayam
50 gr udang kupas
1 butir telur
50 gr tepung tapioka
1-1,5 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
1/4 sdt merica bubuk
1 helai daun bawang, iris-iris

Bumbu Halus :
1 siung bawang putih
1 butir bawang merah

Pelapis :
1 butir telur kocok lepas
(bisa juga pakai tepung bumbu atau tanpa pelapis juga oke)

Cara Membuat :
- Haluskan fillet dada ayam dan udang hingga lembut, campurkan dengan bumbu halus, garam, gula pasir dan merica bubuk. Aduk rata.
- Masukkan telur, aduk rata.
- Masukkan tepung tapioka, aduk rata tapi jangan terlalu diuleni supaya teksturnya tidak alot.
- Buat lubang di tengah tahu dengan memakai pisau kecil, isikan adonan tahu bakso. Lakukan hingga habis.
- Kukus selama kurang lebih 20 menit hingga matang. Angkat.
- Celupkan tahu bakso ke kocokan telur dan goreng hingga kecoklatan.
- Angkat dan siap disajikan hangat.

Dicocol sambel kecap enak, dicocol sambel bangkok juga mantap. Kalau lagi males bikin sambel kecap atau gak punya sambel bangkok? Pakai rawit aja deh ya hehehe. Yuuk bikin tahu bakso homemade ^^




Continue reading

Tuesday, February 4, 2014

TALAM BERAS



Bismillahirrohmanirrohim...
Bikin talam lagi yuuk. Setelah beberapa waktu yang lalu posting tentang talam labu, kali ini aku membuat talam beras. Talam beras adalah talam yang terbuat dari campuran tepung beras, tepung sagu dan juga santan. Teksturnya berbeda apabila dibandingkan dengan talam labu yang kubuat kemarin. Kalau talam labu teksturnya lembut, maka talam beras ini teksturnya lebih kenyal. Menurutku jadi mirip lapis beras ya. Talam beras ini bisa kita kreasikan juga sesuai selera. Kali ini aku membuat versi pandan dengan menggunakan daun suji yang kebetulan tumbuh subur di depan rumah hehehe. Gak heran kalau warnanya jadi hijau tua ya. Kalau tidak punya daun suji bisa memakai pasta pandan dan pewarna. Bisa juga dikreasikan dengan rasa lain sesuai selera. Resep yang kupakai kali ini adalah dari Majalah Sedap.




TALAM BERAS

Bahan Lapisan Hijau :
500 ml santan dari 1 butir kelapa
125 gr gula pasir
50 ml air daun suji
1/2 sdt garam
1 sdt pasta pandan
125 gr tepung beras
50 gr tepung sagu (tapioka)

Bahan Lapisan Putih :
20 gr tepung beras
50 ml air panas
200 ml santan dari 1/2 butir kelapa
1/4 sdt garam
35 gr tepung sagu (tapioka)

Cara Membuat :
- Siapkan cucing / cetakan talam, oles tipis dengan minyak. Sisihkan.
- Panaskan kukusan hingga beruap banyak (mendidih airnya), bungkus tutupnya dengan serbet bersih agar air tidak menetes.
- Lapisan Hijau : rebus santan, gula pasir, air daun suji dan garam sambil diaduk hingga mendidih. Saring.
- Setelah hangat, masukkan pasta pandan dan aduk rata.
Tuang ke dalam campuran tepung beras dan tepung sagu sambil diaduk hingga licin.
- Tuang ke dalam cetakan talam hingga 3/4 penuh kemudian kukus selama kurang lebih 15-20 menit.
- Lapisan Putih : campur tepung beras dan air panas. Aduk hingga rata.
- Masukkan santan, garam dan tepung sagu. Aduk hingga rata dan licin.
- Tuang ke atas lapisan hijau dan kukus kembali selama 10-15 menit hingga matang.
- Angkat dan biarkan agak dingin baru dikeluarkan dari cetakan.

Notes :
- Air daun suji bisa dibuat dari daun suji dan daun pandan yang dicincang halus kemudian diblender bersama sedikit air. Saring sebelum digunakan.
Apabila tidak memakai air daun suji, tambahkan santannya menjadi 550-600 ml.
- Saat mengukus talam jangan menggunakan api besar agar adonan tidak mengembang, mekar dan pecah-pecah.


Kalau aku memang lebih suka talam dengan tambahan umbi-umbian, misalnya kentang, ubi atau labu karena teksturnya lebih lembut. Masih penasaran ingin mencoba resep talam yang lainnya. Pengennya sih bikin talam beras yang teksturnya tidak begitu kenyal dan lebih lembut. Ada yang punya resepnya?? 




Continue reading

Wednesday, January 29, 2014

IDFB #14 AREM-AREM



Bismillahirrohmanirrohim....kembali berpartisipasi dalam challenge IDFB setelah beberapa kali absen.
IDFB challenge #14 kali ini temanya adalah "Olahan Beras", bekerjasama dengan PUREGREEN sebagai salah satu merk dagang dan pemasok beras organik.

PUREGREEN Organic Rice adalah beras 100% Organik bebas kimia dan pestisida yang sangat sehat dikonsumsi oleh seluruh keluarga. Sejak diluncurkan tahun 2009 PUREGREEN mendapat respon yang luar biasa dari konsumennya. Hingga kini PUREGREEN tetap berupaya mempersembahkan beras yang terbaik untuk kesehatan keluarga Anda.
Beberapa keunggulan dari beras PUREGREEN antara lain adalah :
1. Lebih sehat
2. Rasa lebih gurih
3. Lebih tahan basi
4. Kaya mineral dan vitamin
5. Karena tidak mengandung bahan
kimia, maka baik dikonsumsi oleh penderita diabetes, wasir,
kolesterol, asam urat, darah tinggi, dll
6. Kaya anti oksidan dan zat2 lain yang membantu mencegah kanker dan serangan jantung
7. Meningkatkan daya tahan tubuh, terutama untuk anak-anak.
8. Cocok untuk program diet.
Sumber : http://puregreenorganic.com/

 Untuk challenge kali ini saya memilih mengolah beras menjadi Arem-arem. 
Arem-arem adalah salah satu sajian tradisional Indonesia yang berupa nasi aron setengah matang dengan isian sambel goreng yang dibungkus daun pisang. Arem-arem kemudian dikukus sampai benar-benar matang. Sekilas arem-arem mirip dengan lontong, tapi bentuknya lebih pendek. Arem-arem juga mirip dengan lemper, tapi beda bahan baku karena lemper menggunakan ketan sebagai bahannya. Tekstur arem-arem cukup lembut, tapi tidak seperti lontong yang sudah tidak terlihat lagi butiran berasnya. Teksturnya juga lebih lembut apabila dibandingkan dengan tekstur nasi bakar atau bahkan lemper. Gurihnya nasi aron dipadukan dengan sambel goreng, tentunya sedap untuk dinikmati.

Arem-arem ini cukup mengenyangkan sehingga banyak yang menyantapnya sebagai menu sarapan. Pada beberapa daerah di Jawa, arem-arem sering dijajakan di terminal, stasiun atau bahkan dalam bis. Hal tersebut disebabkan karena cukup mengenyangkan, maka arem-arem cocok dijadikan sebagai bekal dalam perjalanan. Selain berisi sambel goreng, pada perkembangannya banyak variasi isian arem-arem, mulai dari tumisan sayur dan tahu tempe, oncom atau bahkan abon. Silahkan disesuaikan dengan selera keluarga.








Sedikit cerita tentang arem-arem. Keluarga saya yang dulu berdomisili di Jawa Tengah, tentunya sangat familier dengan arem-arem. Papa sangat menyukai arem-arem dan tentu saja dulu Mama cukup sering membuatnya. Apabila Papa akan bertugas ke luar kota, bisa dipastikan arem-arem ini jadi salah satu bekal yang dibawa. Sampai sekarang, disaat kondisi Papa yang sudah cukup lama sakit, arem-arem tetap jadi salah satu favorit beliau. Kebetulan beberapa hari ini nafsu makan Papa menurun, otomatis kondisi badan beliau juga menurun. Hidangan rumah yang biasanya dengan lahap disantap, kali ini hanya separuhnya saja. Alhamdulillah...beliau tetap lahap menikmati arem-arem yang saya buat ini. Sedikit lega, karena paling tidak tetap ada makanan yang beliau konsumsi. Sehat terus ya Pa ^^

AREM-AREM

Bahan :
350 gr beras PUREGREEN 
900 ml santan dari 1 butir kelapa
1,5 sdt garam
2 lembar daun pandan, simpulkan
daun pisang untuk membungkus

Bahan Isian Sambel Goreng:
250 gr fillet ayam potong dadu kecil
300 gr kentang, potong dadu kecil
2 lembar daun salam
1 ruas lengkuas, geprek
1 sdt air asam jawa
1 sdm gula pasir (sesuai selera)
1/2 sdm garam (sesuai selera)
300 ml santan kental
3 cabe merah besar, iris tipis
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus Isian Sambel Goreng :
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 butir kemiri sangrai
5 cabe merah besar
3 cabe rawit (sesuai selera)

Cara Membuat  Sambel Goreng :
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan cabe merah iris tipis, daun salam dan lengkuas. Aduk rata.
- Masukkan fillet ayam, aduk rata dan biarkan sebentar.
- Tuang santan kental sedikit demi sedikit sambil diaduk. Masukkan kentang.
- Tuang air asam jawa dan bumbui dengan garam serta gula pasir.
- Masak hingga bumbu meresap dan santan menyusut. Test rasa.
- Angkat dan siap digunakan.

Cara Membuat Arem-Arem
- Rebus santan bersama daun pandan dan garam hingga mendidih sambil terus diaduk.
- Masukkan beras puregreen yang sudah dicuci bersih, masak hingga santan terserap sambil diaduk sesekali. Matikan api.
- Ambil selembar daun pisang, sendokkan aronan beras dan ratakan. Tambahkan bagian isi dan tutup kembali dengan aronan beras.
- Gulung sambil dipadatkan dan sematkan batang lidi pada kedua sisinya. Lakukan hingga semuanya habis.
- Panaskan kukusan dan masukkan arem-arem. Kukus selama kurang lebih 45-60 menit.
- Angkat dan siap disajikan.



Nasi aron dan sambal goreng siap dibungkus




Arem-arem siap dikukus hingga matang

Arem-arem ini sengaja saya buat tidak terlalu pedas agar anak-anak juga bisa menikmatinya. Anak-anak juga menyukai arem-arem dan cukup lahap memakannya. Takaran pedas pada isian sambel goreng silahkan disesuaikan dengan selera ya.







Terima kasih challenge-nya IDFB dan PUREGREEN.





Continue reading

Tuesday, January 28, 2014

BLUEBERRY CHEESE TART



My first blueberry cheese tart. Bentuknya asli gak karuan hihihi. Entah kenapa waktu bikin ini rasanya blank aja, mulai dari bikin crust sampai isian kayanya gak mood banget. Tapi tetap maksain karena kebayang cheese tart dan juga stok cream cheese yang harus segera digunakan. Hasilnya...crust pie dan fillingnya gak mulus sama sekali :( Soal rasa...Alhamdulillah enaaak deh. Buat penggemar keju bisa dicobain.

Pertama kali tahu blueberry cheese tart dari blog Mbak Hesti. Ternyata resep aslinya adalah punya Kak Ita Masam Manis. Terima kasih inspirasinya ya buat mbak Hesti dan kak Ita. Please...jangan bandingkan buatanku dengan buatan beliau berdua ya...bagaikan bumi dan langit hihihi.






Tutorial lengkap dan resep asli Kak Ita silahkan klik disini ya...

BLUEBERRY CHEESE TART

Bahan Crust  :
170 gr margarin / butter (aku pakai 100 gr margarin, 70 gr butter)
50 gr gula pasir halus
1 butir telur, kocok lepas
300 gr tepung terigu protein sedang
1/4 sdt garam

Bahan Filling :
250 gr cream cheese
50 gr gula pasir halus
1 butir telur
1/2 sdt essens vanilla
selai blueberry secukupnya
1 tetes pewarna ungu

Cara Membuat :
- Crust : Campur terigu, gula halus dan garam. Aduk hingga rata. Tambahkan margarin / butter, aduk dengan pisau pastry atau menggunakan garpu hingga adonan berbulir-bulir. Masukkan telur, aduk hingga rata dan satukan dengan tangan hingga membentuk adonan (jangan diuleni ya).
- Bungkus dengan cling wrap kemudian simpan di dalam kulkas selama 30 menit.
- Siapkan cetakan pie, oles tipis dengan margarin atau minyak. Cetak adonan  di atasnya. Lakukan hingga habis. Tusuk-tusuk dasar adonan dengan garpu agar tidak menggelembung ketika dipanggang.
- Oven crust di oven dengan suhu 170'C selama kurang lebih 20-30 menit hingga matang. 
- Filling : keluarkan cream cheese dari kulkas, kurang lebih 20-30 menit sebelum digunakan. Jangan sampai mencapai suhu ruang. Kocok cream cheese dan gula hingga rata. Tambahkan jeruk dan essens vanilla, kocok hingga rata.
- Ambil 1 sdm filling, beri 1 tetes pewarna ungu. Aduk hingga tercampur rata.
- Masukkan selai bluberry ke dalam piping bag. Semprotkan ke dasar crust pie.
- Masukkan filling ke dalam piping bag, semprotkan hingga penuh di atas selai blueberry hingga menutup seluruh bagian pie. 
- Beri sedikit motif warna ungu dengan menggunakan tusuk gigi. Buat 3-4 garis pendek, kemudian ditarik memanjang. (lebih jelasnya bisa dilihat di link Masam Manis di atas ya).
- Panggang dalam oven 160'C selama kurang lebih 15-20 menit. Lakukan test sentuh, apabila tidak lengket berarti sudah matang.
- Angkat dan dinginkan baru dikeluarkan dari cetakan.


Buat penggemar keju....monggo bisa dicoba resepnya. Aku paling suka makan dalam keadaan dingin . Gurihnya kulit pie dan filling keju dipadukan dengan selai blueberry yang asam manis...pas sekali.
Selamat mencoba ^_^





Continue reading

DARI DAPUR NAYS #9

Bismillahirrohmanirrohim...berikut ini adalah beberapa dokumentasi dari orderan yang sempat kefoto. Maafkan kalau banyak foto orderan yang terlewatkan. Karena keterbatasan waktu dan tenaga, akhirnya suka keburu-buru kalau mengerjakan orderan. Terima kasih customer Dapur Nays atas kepercayaannya ^^



Nasi kotak orderan mbak Dessy. Terdiri dari ayam bumbu bali, urap, mie goreng, lalap timun + sambel dan kerupuk udang tentunya. Terima kasih ya mbak..



Apple, Strawberry and Dark Cherry Clafoutis. Panjang amat judulnya yaa hihihih. Repeat order dari mas Ricky untuk istri tercinta. Terima kasih ya mas



2 buah lapsur ekonomis ukuran 30x30 cm orderan Keluarga Syamsul. Matur nuwun pak



Biasanya udah gak pernah lagi fotoin orderan browkus. Bosen kali ya...masa browkus mulu yang difotoin. Alhamdulillah selama ini browkus selalu jadi best seller Dapur Nays. Kalau yang ini terasa istimewa makanya difotoin, karena browkus ini adalah orderan yang terakhir dikerjakan tahun 2013 yang lalu. Alhamdulillah...



Puding bunga matahari untuk bu Esti. Matur nuwun bu...



Rombongan pie susu ori, keju dan coklat orderan dari beberapa teman.



Kalau ini pie susu orderan dari mbak Ika Rahma. Makasiih ya mbak ..

Alhamdulillah buat semua orderannya. Semoga bisa terus belajar dari mengerjakan orderan ini. 
Terima kasih ya customer Dapur Nays ^^





Continue reading

Monday, January 27, 2014

TALAM LABU




Talam adalah salah satu jajanan tradisional yang cukup populer. Biasanya talam terbuat dari tepung beras atau tepung tapioka yang diadoni dengan santan dan kemudian dikukus dalam cetakan kecil. Selain menggunakan tepung beras atau tepung tapioka, talam juga bisa dibuat dengan campuran labu, ubi, kentang, talas atau juga singkong. Terdapat pula talam gurih yang terbuat dari ebi. 
Talam biasanya dibuat 2 warna sehingga cukup menarik. Warna bisa didapat dari bahan tambahan atau juga memakai pewarna. Misalnya saja talam yang menggunakan ubi ungu sebagai salah satu bahannya, maka akan didapatkan warna ungu yang cantik. Selain itu talam bisa dikreasikan dengan berbagai topping, misalnya nangka, kelapa muda atau bahkan mutiara. Menarik yaa.

Kali ini aku membuat talam labu. Kebetulan masih ada sisa labu kuning yang kubuat kolak, jadi segera diberdayakan menjadi talam. Awalnya aku tertarik sekali dengan talam buatan Mbak Hesti. Penampilannya cantik sekali dan setelah membaca resepnya ternyata talam ini memakai telur. Penasaran sekali karena selama ini aku hanya pernah mencoba resep talam yang tanpa telur. Menurut Mbak Hesti talam dengan resep ini jadinya lembut banget. Jadi....mari kita coba ya resepnya.




TALAM LABU
 Original recipe by Ira Rodrigues - Cooking Tackle

Bahan Adonan Labu :
180 gr labu kuning, kukus dan haluskan
200 ml santan kental
50 gr tepung beras
25 gr tepung tapioka
100 gr gula pasir
1/2 sdt garam
2 butir telur
1/4 sdt vanilli

Bahan Adonan Santan :
180 ml santan kental
40 gr tepung beras
1/2 sdt garam
1 lembar daun pandan, simpulkan

Cara Membuat :
- Campur semua bahan adonan labu kemudian blender hingga halus. Diamkan beberapa saat.
- Panaskan kukusan hingga mendidih dengan api besar. Setelah mendidih, kecilkan apinya dan bungkus tutup kukusan dengan serbet bersih agar air tidak menetes.
- Tuang adonan ke cetakan / cucing yang sudah dioles minyak hingga 2/3 bagian. Kukus selama kurang lebih 10 menit.
- Campur semua bahan adonan santan dan aduk hingga rata. 
- Tuang adonan santan di atas adonan labu kemudian kukus kembali selama kurang lebih 5-8 menit hingga set.
- Angkat dan biarkan hingga tidak telalu panas baru dikeluarkan dari cetakan.
- Siap dihidangkan.

Notes :
Untuk membuat motif di atas adonan santan adalah dengan menuang sedikit adonan labu setelah adonan santan dikukus selama kurang lebih 2 menit.
Tarik adonan dengan tusuk gigi hingga membentuk motif yang diinginkan dan kukus kembali hingga matang.






Beneran deh...teksturnya benar-benar lembut. Enak sekali. Alhamdulillah talam labu ini laris manis. Jadinya sore, eh...sore itu juga langsung ludes hehehe. Mungkin karena memang kami sekeluarga penggemar talam ya, jadi cepet habisnya ^^



Continue reading